-->

Petani Desa Securai Utara dan Selatan Kecewa, Bantuan Bencana Banjir tak Kunjung Tiba

Sebarkan:

 


Kondisi Bencana Banjir akhir tahun 2025 lalu yang melululantakan tanaman padi milik masyarakat Desa Securai Utara dan Desa Secufai Selatan Kecamatan Babalan (Poto : mol/mp)


LANGKAT | masyarakat Desa Securai Utara dan Desa Securai Selatan Kecamatan Babalan terkhusus petani padi merasa sangat kecewa terhadap Pemerintah Kabupaten Langkat dan Pemerintah Pusat, pasalnya bantuan bencana banjir sampai hari ini tak kunjung tiba, ucap Libertus sijabat yang merupakan ketua kelompok tani baru, Rabu (22)4/2026).

"Kalau memang bantuan banjir kepada petani memang tidak ada buat apa kemarin sibuk semua melakukan  pendataan terhadap sawah yang hancur akibat bencana banjir akhir tahun 2025 lalu yang melululantakan seribuan hektare sawah yang telah ditanami padi".

Kedatangan staf dari pemerintahan kecamatan yang didampingi staf dari pemerintahan desa melakukan pendataan terhadap tanaman padi milik masyarakat Desa Securai Utara dan Desa Securai Selatan bagai pahlawan penyelamat masyarakat, hasilnya sampai saat ini nihil, ucap Libertus Sijabat.

Selain itu kata Libertus Sijabat, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) yang bertugas di Desa Securai Utara juga perintahkan pengurus kelompok tani untuk melakukan pendataan terhadap ternak yang mati akibat bencana banjir.

Mendapat perintah tersebut pengurus kelompok tani melakukan pendataan ke masing masing rumah anggota kelompok tani, dan sampai saat ini bantuan tersebut juga nihil, sebut Libertus Sijabat sembari mengatakan "kalau memang bantuan bencana banjir terhadap tanaman padi dan ternak masyarakat tersebut tidak ada lebih bagus pemerintah  Kabupaten langsung mengatakan kepada masyarakat agar pengurus kelompok tani yang turut melakukan pendataan tidak diserang anggota kelompok tani.

Hal serupa dikatakan Suwardi yang merupakan Sekretaris Kelompok tani yang berkedudukan di Desa Securai Utara merasa sangat kecewa terhadap Pemerintah Kabupaten Langkat, pasalnya penyaluran bantuan tersebut terkesan pilih kasih.

Kondisi Bencana banjir akhir tahun 2925 lalu di desa securai Utara Kecamatan Babalan, Kabupaten Langkat(Poto: mol/mp)

Sebahagian masyarakat diwilayah teluk Aru telah menerima bantuan bencana banjir akhir tahun 2025 lalu berupa uang melalui kantor pos, dan sebahagian masyarakat yang benar benar mengalami kehancuran ekonomi akibat banjir tersebut tidak ada menerima apapun, ucap Suwardi.

Ketua Kelompok tani jaya satu Ressus Sidabutar yang berkedudukan di Desa Securai Selatan mengaku tidak ada menerima bantuan bencana banjir meski 5 hektare tanaman padi milik nya habis dilululanta bencana banjir.

Selain itu dia juga mendapat perintah dari Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) yang bertugas di Desa Securai Selatan untuk melakukan pendataan ternak yang mati akibat bencana banjir tersebut, namun sampai saat ini bantuan ternak tidak kunjung datang, jika hanya untuk laporan diatas buku saja gak usah Pemerintah membuat luka hati masyarakat, ucap Rensus Sidabutar.

Terpisah, Kepala Desa Securai Selatan P Efendi Simangunsong, "sampai saat ini bantuan bencana banjir akhir tahun 2025 lalu yang melululantakan tanaman padi seribuan hektare tidak kunjung tiba".

Kalau mengenai pendataan hamparan sawah yang tenggelam telah dilakukan oleh pemerintahan Desa dan Pemerintahan Kecamatan Babalan seminggu setelah banjir surut, namun faktanya sampai saat ini bantuan tersebut belum ada diterima oleh warga.

Sampai saat ini masyarakat desa Securai Selatan Kecamatan Babalan yang merupakan 90 persen adalah petani padi sangat mengharapkan bantuan bencana banjir tersebut, sebut P Efendi Simangunsong.(mp/mp)
Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini