-->

Peringati Hari Bumi 2026; PT Elnusa Tbk Komitmen Ciptakan Lingkungan yang Bersih dan Sehat

Sebarkan:

  


Sampah basah dan sampah kering berserakan di lokasi eks sumur Migas milik PT Pertamina EP Pangkalan Susu Field, tepatnya di Kelurahan Bukit Kubu, Kecamatan Besitang, Langkat, Kamis (30/4/2026). (Foto mol/ Lesman Simamora)



LANGKAT | Memperingati Hari Bumi 2026, PT Elnusa Tbk (ELSA) yang merupakan Anak Perusahaan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat serta nilai berkelanjutan melalui kinerja Environmental, Social, and Governance (ESG) yang terukur, ujar Corporate Secretary Elnusa, Rustam Aji kepada wartawan, Kamis (30/4/2026) di Pangkalan Susu.

Sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina, lanjutnya, Elnusa mencatat penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 3.079 ton CO₂e, meningkat signifikan dibandingkan 367 ton CO₂e pada 2022. 

Tren penurunan emisi yang konsisten ini mencerminkan efektivitas strategi dekarbonisasi berbasis efisiensi energi, optimalisasi operasional, serta implementasi prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), sekaligus memperkuat kontribusi terhadap target Net Zero Emission (NZE) 2060.

Di sisi pengelolaan limbah, kata dia, Elnusa berhasil mengurangi 178.606 botol plastik melalui program berbasis teknologi Reverse Vending Machine (RVM) bekerja sama dengan PlasticPay. 

Inisiatif ini tidak hanya menekan jejak karbon dari plastik sekali pakai, tetapi juga mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju ekonomi sirkular, yang semakin relevan dalam perspektif keberlanjutan dan ekspektasi investor global, tutupnya.

Sementara itu, Di lokasi Sumur Tungkam I milik Pertamina EP Pangkalan Susu Field malah terlihat pemandangan yang sangat kontras.

Bagaimana tidak, di lokasi sumur Tungkam I yang terletak di Kelurahan Bukit Kubu, Kecamatan Besitang, berbagai jenis sampah, termasuk sampah plastik berserakan sesuai pantauan Metro Online di lapangan, Kamis (30/4/2026).

Di lokasi eks sumur Migas Pertamina EP Pangkalan Susu Field itu terlihat berbagai jenis sampah rumah tangga, didominasi sampah berbahan plastik berserakan.

Karena eks sumur migas mulai semak, seperti areal tak bertuan, masyarakat sekitar pun membuang sampah sembarangan, dan sudah berlangsung cukup lama, ujar Suhartini ,46, ibu rumah tangga yang rumahnya relatif dekat dengan lokasi sumur migas Pertamina itu.

Namun sejauh ini belum ada upaya pencegahan dari pihak Pertamina EP Pangkalan Susu Field. Dan kini kondisi sampah basah dan sampah kering itu mulai mengeluarkan bau busuk. "Bau busuk menyengat hidung," ucapnya kepada kru Metro Online.

Bebasnya masyarakat membuang sampah di lokasi sumur migas itu menuai sorotan publik. Warga mempertanyakan komitmen perusahaan 'plat merah' ini terkait tanggungjawab sosial dan lingkungan.

Pihak perusahaan seharusnya tidak hanya bertanggungjawab pada kinerja energi, tapi juga pada keberlanjutan lingkungan. Melalui penerapan praktik ramah lingkungan di area operasi, menunjukkan pertumbuhan energi dapat berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan.

Lokasi Sumur Tungkam I ini beberapa waktu lalu pernah dilakukan eksplorasi, namun gagal mendapatkan sumber minyak dan gas (Migas). Setelah usaha pengeboran gagal total, lokasi sumur ini ditinggalkan begitu saja. 

Akibat kurangnya pengawasan terhadap aset tanah Pertamina EP, masyarakat menjadikan lokasi itu seperti TPA (Tempat Pembuangan akhir sampah. Untuk menjaga kebersihan lingkungan, problem ini hendaknya menjadi perhatian pihak Pertamina EP P. Susu, terang warga setempat yang minta namanya tidak ditulis.(lesman simamora/mp)
Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini