-->

Hari Posyandu 2026 di Humbahas, Perkuat Pelayanan ke Masyarakat

Sebarkan:
Bupati Humbahas Oloan Paniaran Nababan bersama istri Erma Simbolon menghadiri Perayaan Hari Posyandu di Kantor Sekretariat Humbahas, Rabu (29/4/2026).(Foto: Alfredo Sihombing/mol) 
HUMBAHAS | Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas) Oloan Paniaran Nababan tekankan semangat gotong-royong dan kepedulian sosial Perayaan Hari Posyandu Tahun 2026 bertempat di Kantor Sekretariat Posyandu Humbahas, Rabu (29/4/2026). 

Perayaan Hari Posyandu 2026 ini dirangkai dengan berbagai kegiatan pelayanan langsung kepada masyarakat, seperti pelayanan Posyandu enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, donor darah, cek kesehatan gratis, layanan perpustakaan keliling, serta pemberian sembako dan cenderamata berupa kain sarung kepada masyarakat yang hadir serta susu kepada anak-anak yang hadir.

Dalam sambutan Oloan menegaskan pentingnya transformasi Posyandu menjadi Posyandu dengan enam SPM, langkah ini merupakan strategi nyata meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya bagi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

“Transformasi ini memperluas cakupan pelayanan tidak hanya di bidang kesehatan, tetapi juga mencakup pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, serta perlindungan sosial sebagai bentuk komitmen untuk menghadirkan pelayanan yang lebih menyeluruh dan terintegrasi,” kata Oloan.

Ia menekankan pentingnya peran seluruh elemen, mulai dari Tim Pembina Pos Pelayanan Terpadu (TP Posyandu) tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa, serta OPD terkait untuk terus melakukan pembenahan dan inovasi pelayanan. 

"Semangat kebersamaan, gotong-royong dan kepedulian sosial harus terus ditumbuhkan sebagai fondasi utama untuk membangun pelayanan yang berkualitas," ujar Oloan.

Ketua TP Posyandu Humbahas Erma Simbolon menyampaikan implementasi Posyandu enam SPM telah berjalan selama satu tahun sesuai dengan Permendagri Nomor 13 Tahun 2024, tahun 2025, sebanyak enam desa telah ditetapkan sebagai pilot project, dan tahun 2026 jumlahnya meningkat menjadi 10 desa.

“Desa-desa pilot project telah merasakan langsung manfaat dari transformasi ini. Bahkan saat ini layanan Posyandu sudah dapat diakses melalui Sistem Informasi Aplikasi Posyandu dan PKK (SIIAP), sebuah inovasi TP Posyandu untuk mempermudah layanan sekaligus menampung pengaduan masyarakat,” jelas Erma.

Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Perempuan dan Perlindungan Anak (PMDP2A) Kartini Sinambela mengatakan, perayaan Hari Posyandu tahun ini mengusung semangat penguatan peran sebagai pusat layanan terpadu berbasis masyarakat. 

"Melalui momentum ini, saya ingin mendorong Posyandu tidak hanya sebagai tempat pelayanan kesehatan, tetapi juga sebagai pusat edukasi, pemberdayaan, dan perlindungan masyarakat secara menyeluruh," tambah Kartini. (as/as) 

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini