-->

FM Pertamina Pangkalan Susu Ajak Masyarakat Melapor Apabila Melihat Potensi Bahaya di Sekitar Fasilitas Migas

Sebarkan:

 

Terlihat gelembung air di atas permukaan air laut diguga karena kebocoran gas line pipa bawah laut di perairan Pangkalan Susu. (Foto mol/ Eri Alfianto, bidang investigasi LSM Reclasering Kabupaten Langkat)



LANGKAT | Field Manager (FM) Pertamina EP Pangkalan Susu Field, Edwin Susanto mengajak partisipasi masyarakat melapor apabila melihat potensi bahaya di sekitar fasilitas migas/jaringan pipa migas, Senin (27/4/2026). 

Menindaklanjuti adanya laporan dari masyarakat munculnya gelembung di permukaan air, Pertamina EP (PEP) Field Pangkalan Susu bertindak cepat dalam melakukan penanganan, ujarnya. 

PEP Pangkalan Susu, lanjutnya, sigap mengambil tindakan-tindakan yang diperlukan untuk mengatasi gelembung air tersebut. Saat ini, gelembung di permukaan air sudah hilang. 

Langkah selanjutnya tim PEP Pangkalan Susu akan memeriksa dan memastikan kondisi pipa bawah laut. Menurut dia, kejadian ini tidak menimbulkan kerugian ataupun korban bagi masyarakat sekitar. Demi keselamatan bersama, agar masyarakat tidak mendekati lokasi.

Terkait penyebab gelembung air di atas permukaan laut, belum bisa disimpulkan karena adanya bocoran pipa gas, sesuai press release yang diterima Metro Online dari Humas Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 1, Jefri mengatakan saat ini belum bisa disimpulkan dengan cepat apa penyebabnya. Tim sedang bekerja di lokasi untuk pemeriksaan dan memastikan kondisi pipa di dasar laut.

"Pernyataan Humas, Jefri dan keterangan dari FM Pertamina EP Pangkalan Susu, Edwin Susanto, itu terkesan menutupnutupi kejadian yang sebenarnya." Gelembung di atas permukaan air, itu ada karena adanya dorongan gas yang bocor dari pipa gas bawah laut".

Gelembung di atas permukaan air, itu terjadi karena pipa bawah laut bocor. Hal ini bukan hanya sekedar pendapat/pernyataan kosong dari nelayan tradisional, dan LSM, tapi juga Humas Pertamina EP Pangkalan Susu Field, Wahyu menyatakan;

Berikut keterangan Humas Pertamina EP Pangkalan Susu, Wahyu kepada wartawan baru baru ini, pihak perusahaan langsung merespon dengan cepat begitu mendapat informasi terkait kebocoran pipa gas tersebut.

Pertamina langsung mematikan line pipa gas dari PPJ ke MGS untuk mencegah risiko. "Begitu mendapat informasi dari LSM, Eri, perusahaan segera mematikan aliran gas dan kemudian mengalihkan gas ke tempat lain, kata Humas, Wahyu.

"Saat ini di lokasi titik kebocoran sudah dipasang pembatas," ujarnya seraya menambahkan, insiden kebocoran ini tidak menimbulkan dampak, baik terhadap lingkungan perairan, maupun terhadap masyarakat.

Tapi kenapa kemudian pihak manajemen Pertamina EP Pangkalan Susu mengatakan, gelembung di atas permukaan air itu belum bisa disimpulkan akibat pipa gas bocor, ada apa disebalik pernyataan itu, tegas Eri Alfianto bidang investigasi LSM Reclasering Kabupaten Langkat kepada Metro Online, Selasa (28/4/2026).

Dalam kejadian pipa gas bocor ini, akan lebih baik pihak manajemen Pertamina EP Pangkalan Susu membuat pernyataan yang benar. "Bagaimana mungkin gelembung air terjadi relatif lama kalau tidak ada dorongan gas dari bawah ke atas.

" Tidak ada asap kalau tidak ada api, tidak mungkin ada gelembung di atas permukaan air tanpa ada penyebabnya. Sebaiknya pihak perusahaan mengatakan yang sejujurnya, terkait pipa gas bocor diduga karena line pipa yang sudah berumur puluhan tahun itu sudah dalam kondisi karatan/korosif hingga mengakibatkan pipa gas bocor," terang Eri.

Jadi pernyataan pihak manajemen perusahaan yang menyebutkan hanya gelembung air, dan belum dapat dipastikan karena kebocoran line pipa gas, itu sulit diterima akal sehat, sangat jauh dari kenyataan di lapangan, kata Eri Alfianto mengakhiri komentarnya. (lesman simamora/mp)
Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini