Terlihat dapur SPPG Kelurahan Beras Basah, Kecamatan Pangkalan Susu sepi alias tutup sementara. (Foto mol/ Lesman Simamora)
LANGKAT | Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kelurahan Beras Basah, Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, ditutup sementara, Senin (9/3/2026).Padahal, SPPG tersebut baru beberapa hari dibuka.
Keterangan diperoleh kru Metro Online dari berbagai sumber, SPPG berlokasi di Jalinsum Kelurahan Beras Basah itu ditutup diduga karena pihak yayasan selaku pengelola belum mengantongi SLHS (Sertifikat Laik Higiene Sanitasi) dari Dinas Kesehatan setempat.
Diketahui dari 20 dapur SPPG Langkat yang ditutup, salah satunya merupakan milik Yayasan Manunggal Kartika Jaya, yang berada di Kelurahan Beras Basah, Kecamatan Pangkalan Susu, dan ini di benarkan oleh Ali Ihsanul Huda selaku Koordinator BGN Wilayah Langkat.
Pantauan kru Metro Online di lokasi dapur SPPG Kelurahan Beras Basah, terlihat sepi tanpa aktifitas. Selain pintu pagar terkunci, juga spanduk SPPG tidak ada terlihat yang dipasang di sekitar lokasi.
Namun menurut Tegar Adhitya salah seorang security SPPG yang ditemui wartawan dilokasi mengatakan, jika siang hari sudah tidak ada aktifitas, semua relawan SPPG sudah pulang, ucapnya.
"Semua sudah pulang, pagi tadi mereka hadir dan bekerja karena ada makanan kering yang masuk," ucapnya.
Sementara itu, Korcam SPPI (Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia) Pangkalan Susu, Krisna Yanti Sihombing, dikonfirmasi melalui pesan aplikasi WhatsApp, terkait penutupan sementara dapur SPPG, ia membenarkan penutupan sementara dapur SPPG tersebut.
SPPI adalah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) lulusan sarjana yang direkrut, dilatih, dan ditempatkan oleh Badan Gizi Nasional untuk menjadi Kepala SPPG (KSPPG). Mereka bertugas memimpin operasional dapur, memastikan kualitas gizi, dan mendistribusikan makan gratis,
Benar, kata dia, ada pemberhentian sementara di dapur, karena SLHS belum ada, dapur disini baru dibuka hari jumat (6/3/2026). Dan SLHS sedang di proses pembuatannya oleh pihak Yayasan ke Dinas Kesehatan.
"Hanya sementara pak. kini SLHS sedang proses pembuatan dari pihak Yayasan maupun Mitra kerja untuk melengkapi SLHS. Karena memang itu wewenang yayasan maupun mitra yang melengkapi tersebut." ujarnya.
Disinggung, dia merangkap sebagai kepala dapur SPPG, ibu Kristina mengucapkan terimakasih kepada wartawan yang telah mengingatkan pihaknya dalam mendukung program pemerintah.
"Izin pak, saya hanya sebagai kepala dapur. Saya sangat menghargai dan merasa senang bapak (wartawan-red) mendukung program pemerintah kita, sehingga ke depan Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat berjalan lancar seperti yang diharapkan," tutupnya.(lesman simamora/mp)

