![]() |
| Situasi SDN 153064 Lopian 1, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapteng masih memprihatinkan. (mol/ys) |
Pantauan kru Metro-Online.co, Rabu (11/3/2026), halaman sekolah masih tergenang air sehingga belum dapat dimanfaatkan oleh para siswa, ruang guru, kantor sekolah serta perpustakaan mengalami kerusakan dan tak dapat digunakan seperti biasanya.
Banjir yang melanda kawasan Kelurahan Lopian Satu mengakibatkan air masuk ke lingkungan sekolah dan merusak sejumlah fasilitas pendidikan. Bahkan pagar permanen yang berada di area sekolah terlihat rusak setelah diterjang arus banjir.
Akibatnya, ruang kantor guru dan perpustakaan tidak lagi dapat digunakan. Kondisi ini memaksa para guru untuk menyesuaikan aktivitas kerja mereka dengan memanfaatkan ruang sementara yang masih memungkinkan digunakan.
Peristiwa banjir pertama, penanganan awal dilakukan oleh pihak PT Anindya yang melakukan pembersihan area sekolah. Namun setelah kondisi sempat kembali normal, banjir kembali terjadi, Selasa (16/2/2026), menggenangi lingkungan sekolah serta merusak sejumlah fasilitas yang sebelumnya telah dibersihkan.
Selain pihak sekolah, proses penanganan juga melibatkan relawan dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang membantu membersihkan ruang-ruang kelas agar proses belajar mengajar dapat kembali berjalan.
Berkat kerja sama tersebut, ruang kelas akhirnya dapat digunakan kembali sehingga kegiatan belajar mengajar tetap dapat berlangsung.
Meski aktivitas belajar mengajar sudah kembali berjalan, namun kondisi lingkungan sekolah belum sepenuhnya pulih. Hingga saat ini halaman sekolah masih tergenang dan belum dapat digunakan secara maksimal.
Kondisi tersebut membuat pihak sekolah harus lebih berhati-hati dalam mengawasi aktivitas para siswa, terutama saat jam istirahat karena area halaman belum sepenuhnya aman untuk digunakan.
Para siswa juga berharap agar kondisi sekolah mereka dapat segera diperbaiki. Salah seorang siswa, Yolia Mendrofa berharap halaman sekolah dapat segera dipulihkan agar mereka bisa kembali bermain dengan nyaman.
“Kami berharap halaman sekolah bisa segera diperbaiki supaya saat waktu istirahat kami bisa bermain lebih leluasa,” kata salah seorang siswi.
Guru PPPK Belum Gajian
Tak sampai di situ. Muncul pula keluhan dari salah seorang guru paruh waktu berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang tidak mau disebut namanya mengaku belum gajian selama tiga bulan. Padahal Hari Raya Idul Fitri 2026 tinggal menghitung hari.
“Pada kesempatan ini kami ingin menyampaikan bahwa kami sangat sedih karena upah kami hingga saat ini belum juga dibayarkan. Sudah sekitar tiga bulan belum cair, sementara sebentar lagi kita akan memasuki Hari Raya Idul Fitri,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian terhadap kondisi para tenaga pendidik tersebut, terlebih menjelang Hari Raya Idulfitri.
“Kami berharap pemerintah daerah dapat membantu dan memberi perhatian kepada kami. Kiranya pemerintah dapat mengasihani kami, terlebih di saat-saat seperti ini menjelang Lebaran,” tambahnya.
Sementara itu, Rusudi Waruwu selaku Kepala SD Negeri 153064 Lopian 1 Kecamatan Badiri hingga sore tadi belum memberikan tanggapan. Upaya konfirmasi yang dilakukan melalui nomor telepon yang diperoleh dari narasumber, belum mendapatkan respons. (YS/RS)

