![]() |
| Tim Inafis Polres Tapteng bersama Kapolsek Sibabangun, Kanit Reskrim dan jajaran olah TKP. (mol/ys) |
Korban diketahui bernama Rusiakup, 39, ditemukan dalam kondisi telungkup di atas tempat tidur dalam kamar tempat usahanya. Penemuan tersebut langsung mengundang perhatian warga sekitar.
Informasi dihimpun di lokasi kejadian, korban pertama kali ditemukan oleh adik kandungnya, Rahman Mulia, 31.
Kepada petugas tim Inafis Polres Tapteng serta Polsek Sibabangun yang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), Rahman menjelaskan, awalnya merasa curiga setelah melihat pintu tempat usaha korban dalam keadaan terbuka. Namun saat itu ia tidak melihat keberadaan korban di ruang depan.
Rahman kemudian memanggil korban, tetapi tidak mendapat jawaban. Ia pun masuk ke dalam tempat usaha tersebut dan menuju kamar korban. Saat tiba di kamar, Rahman melihat korban berada di atas tempat tidur dengan kondisi tubuh tertutup selimut.
Merasa ada yang tidak beres, Rahman mendekati korban dan membuka selimut yang menutupi tubuhnya. Saat itulah ia mendapati korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa.
Di lokasi kejadian, tepatnya di atas tempat tidur korban, petugas juga menemukan bercak darah. Selain itu, menurut keterangan keluarga, dua unit telepon genggam milik korban juga tidak ditemukan di lokasi saat kejadian.
Mengetahui kejadian tersebut, Rahman kemudian memanggil saudaranya, Ramayadi dan memberitahukan bahwa korban telah meninggal dunia. Peristiwa itu selanjutnya dilaporkan kepada pihak kelurahan serta Polsek Sibabangun, Polres Tapteng.
Saat dikonfirmasi kru Metro-Online.co, Minggu pagi (15/3/2026), Kapolsek Sibabangun Iptu Totok Catur Wahyono SH MH membenarkan adanya peristiwa tersebut.
Ia juga membenarkan bahwa korban pertama kali ditemukan oleh adik kandungnya, Rahman Mulia, sebagaimana keterangan yang disampaikan keluarga kepada petugas di lokasi kejadian.
“Benar, korban pertama kali ditemukan oleh adik kandungnya di dalam kamar tempat usahanya. Saat ini kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan,” ujarnya.
Kapolsek Sibabangun menambahkan bahwa saat ini Polsek Sibabangun bersama Sat Reskrim Polres Tapanuli Tengah masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut.
“Tim Inafis Polres Tapanuli Tengah sudah turun langsung ke lokasi untuk melakukan olah TKP. Kami juga masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi,” tambahnya.
Kanit Reskrim Polsek Sibabangun Andes Hasibuan yang hadir di TKP menambahkan, pada bagian belakang kepala almarhum tidak ditemukan luka terbuka, melainkan hanya mengalami pembengkakan. Selain itu, dari hasil pengamatan awal di lokasi kejadian, petugas juga melihat adanya darah yang keluar dari hidung korban.
Meski demikian, pihak kepolisian hingga saat ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kematian korban. (YAS/RS)

