![]() |
| Tangkapan layar kedua pelaku penyiraman air keras berboncengan sepeda motor. (mol/herid) |
Polda Metro Jaya mengungkap dua orang pelaku yang terekam kamera pengawas dengan inisial BHC dan MAK.
Di sisi lain, Puspom TNI menyatakan terdapat empat tersangka yang diduga terlibat, yakni seorang perwira berpangkat kapten berinisial NDP, serta tiga anggota lainnya berinisial SL, BHW, dan ES.
Menanggapi perbedaan tersebut, Ketua Kompolnas Choirul Anam, Rabu (18/3/2026) tidak memberikan penjelasan rinci. Namun ia menilai langkah kepolisian sudah cukup transparan dengan menghadirkan bukti rekaman CCTV kepada publik.
Menurutnya, rekaman tersebut menjadi dasar penting dalam menilai objektivitas proses penyidikan. Kompolnas juga turut melakukan analisis terhadap video yang beredar dan menegaskan bahwa proses hukum harus berjalan berdasarkan kekuatan bukti.
Anam menegaskan, siapa pun yang terlibat dalam peristiwa tersebut tetap harus diproses sesuai hukum jika bukti yang ada kuat.
Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanudin, memastikan pihaknya akan bekerja sama dengan TNI untuk menyelaraskan hasil penyidikan dan mengungkap seluruh pihak yang terlibat.
Diamankan
Sementara Puspom TNI telah menetapkan empat anggota Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI sebagai tersangka dalam kasus ini. Keempatnya telah diamankan dan menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Saat ini para tersangka ditahan oleh Puspom TNI, dan rencananya akan dipindahkan ke fasilitas penahanan dengan tingkat keamanan tinggi di Pomdam Jaya untuk proses hukum selanjutnya. (RobS/Kps/RS)

