![]() |
| Gedung KPK di Jakarta. (mol/kps) |
Yakni Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi (JNBA), Anti-Corruption Film Festival (ACFFest) 2026, Program BenarBenar dan Pariwara Antikorupsi 2026.
“Empat program ini akan berjalan berdampingan menyasar kelompok masyarakat, dan menanamkan pesan ‘biasakan yang benar, jangan benarkan yang biasa',” kata Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK Amir Arief di Jakarta, Sabtu (28/3/2026).
Program JNBA akan menyasar 15 kabupaten/kota di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, serta menghadirkan konsep pasar malam atau menghadirkan kehangatan ruang publik hingga belajar tanpa jarak.
KPK melepaskan atribut birokrasi yang formal, dan menggantinya dengan ruang dialog terbuka di alun-alun kota,” katanya.
Selain itu, JNBA juga akan membawa isu sensitif seperti pertambangan emas tanpa izin dalam sebuah seminar.
Sementara untuk ACFFest 2026, program yang memasuki penyelenggaraan tahun ke-12 itu akan menghadirkan kompetisi film dalam berbagai kategori.
Misalnya, ide cerita film pendek, film pendek fiksi, film pendek pelajar (SMP dan SMA), film pendek vertikal kementerian/lembaga, hingga kompetisi regional barat yang mengangkat isu sumber daya alam (SDA).
Menurutnya, ACFFest 2026 KPK juga akan menggelar penayangan hingga diskusi film antikorupsi di 12 provinsi. Selain itu, ada juga teater musikal bertema integritas dan kompetisi stand up comedy bertajuk ‘Operasi Tangkap Tawa’.
“Dari sisi birokrasi, KPK tidak membiarkan pemerintah daerah berjalan sendirian. Melalui Pariwara Antikorupsi 2026, KPK bersama pemda memproduksi kampanye terkait pencegahan pungutan liar, suap, hingga penyalahgunaan fasilitas dinas,” ujarnya.
Program-program tersebut tidak sebatas menjadi agenda kerja KPK, tetapi undangan untuk bergerak bersama memberantas korupsi.
“Melalui JNBA, KPK hadir di tengah masyarakat. Melalui ACFFest, KPK berbicara lewat cerita. Melalui BenarBenar, KPK menggugah generasi muda. Melalui Pariwara, KPK memperkuat garda pelayan publik,” pungkasnya. (RobS/Kps/RS)

