DELISERDANG | Suasana kehangatan menuelimuti halaman Kantor Desa Tembung, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang, Sabtu (7/3/2026) sore.
Menjelang waktu berbuka puasa, 48 anak yatim/piatu duduk rapi bersama para perangkat desa dan masyarakat. Senyum dan canda kecil mereka pun menyatu dalam kebersamaan yang sederhana, namun penuh makna.
Pemerintah Desa (Pemdes) Tembung di bawah kepemimpinan Kepala Desa (Kades) Misman kembali menggelar tradisi Ramadan yang telah menjadi agenda rutin setiap tahunnya: buka puasa bersama sekaligus santunan bagi anak yatim dan piatu.
Tahun ini, sebanyak 48 anak menerima santunan sebagai bentuk kepedulian sosial dari pemerintah desa.
Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi acara seremonial. Bagi masyarakat Desa Tembung, momen ini adalah ruang silaturahmi yang mempertemukan berbagai elemen desa dalam suasana kekeluargaan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Percut Sei Tuan Muhammad Kennedy Tarigan, tokoh agama Ustadz H Drs Ngstman Azis, Ketua LPTQ Ustadz Fahri, Ketua BPD Susanto, Ketua LPM Rahman Rais, Ketua PKK Ny Keliyawati Misman, serta jajaran perangkat desa, kepala dusun, Babinsa Yudha Fernanda, anggota PKK, dan masyarakat sekitar.
Menjelang berbuka, Kades Tembung Misman menyampaikan bahwa kegiatan ini telah menjadi tradisi yang selalu dijaga setiap bulan Ramadan. Menurutnya, momen tersebut bukan hanya tentang berbagi bantuan, tetapi juga mempererat kebersamaan antara pemerintah desa dan masyarakat.
“Alhamdulillah, setiap Ramadan kita selalu melaksanakan kegiatan ini. Selain mempererat silaturahmi, kita juga ingin berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim dan piatu di Desa Tembung,” ujarnya.
Bagi Misman, kehadiran anak-anak yatim dalam acara itu mengingatkan semua pihak bahwa Ramadan adalah waktu terbaik untuk memperkuat rasa empati dan kepedulian sosial. Ia berharap kebersamaan yang terjalin dapat terus memperkuat hubungan antara pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan warga.
Apresiasi juga datang dari Camat Percut Sei Tuan, Muhammad Kennedy Tarigan. Ia menilai kegiatan sosial seperti yang dilakukan Pemerintah Desa Tembung merupakan contoh baik yang patut dipertahankan.
“Kegiatan seperti ini sangat positif. Selain mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat, santunan kepada anak yatim di bulan suci Ramadan adalah bentuk kepedulian yang sangat mulia,” katanya.
Sore itu, kebahagiaan tampak jelas di wajah para anak yatim ketika menerima santunan. Sebagian dari mereka menggenggam amplop dengan hati-hati, sementara yang lain tak henti tersenyum.
Acara dilanjutkan dengan tausiyah keagamaan yang mengingatkan pentingnya berbagi dan menjaga persaudaraan di bulan suci Ramadan. Tak lama kemudian, azan magrib berkumandang, menandai saatnya seluruh peserta menikmati hidangan berbuka bersama.
Di tengah kesederhanaan acara, tersimpan pesan yang kuat: Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang memperkuat kebersamaan, menumbuhkan kepedulian dan berbagi kebahagiaan dengan sesama. (RobS/RS)

