![]() |
| Video di akun Facebook Yunita Elmida memperlihatkan makanan ada cacing dan ulat, Rabu (25/2/2026).(mol/RG). |
Pemilik Akun Facebook yang juga Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMKN 1 Sei Rampah, Yunita Elmida, Selasa (24/2/2026), membenarkan video tersebut berasal dari lingkungan sekolah.
Ia menjelaskan, temuan pertama berupa cacing hidup di dalam nasi. Pihak sekolah kemudian menghubungi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sei Rampah sebagai penyedia MBG.
Menurut Yunita, pihak SPPG saat itu hanya menyarankan makanan dikembalikan melalui sopir pengantar tanpa ada penggantian. Siswa satu kelas menolak mengkonsumsi makanan tersebut.
Beberapa waktu kemudian, kembali ditemukan ulat dalam kondisi mati pada menu MBG di hari berbeda. Temuan itu dilaporkan siswa kepada sekolah dan didokumentasikan sebagai bahan evaluasi.
“Ini sudah dua kali terjadi. Kami unggah sebagai bentuk evaluasi agar ada perbaikan,” ujarnya.
Yunita juga menyebut seseorang yang mengaku Kepala SPPG Sei Rampah sempat meminta video dihapus, namun sekolah meminta adanya perbaikan nyata terlebih dahulu.
SMKN 1 Sei Rampah tercatat menerima distribusi MBG untuk 832 siswa dan 55 guru, total 887 penerima dari SPPG Sei Rampah. Sebelumnya, sekolah menerima MBG dari SPPG Sei Rejo dan tidak pernah menemukan masalah serupa, namun distribusi dialihkan karena kebijakan pemerataan.
Pihak sekolah telah mengimbau siswa memeriksa makanan sebelum dikonsumsi dan meminta pengawasan guru saat pembagian MBG. Sekolah juga berharap SPPG meningkatkan standar kebersihan dapur serta meminta Satuan Tugas dan Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Serdangbedagai melakukan evaluasi menyeluruh.
Sementara itu, Kepala SPPG Sei Rampah, Rico Hartono Hutagaol, Rabu (25/2/2026), mengakui temuan pada Januari lalu merupakan kesalahan pihak dapur. Ia menyampaikan permohonan maaf dan menyatakan persoalan telah diselesaikan bersama pihak sekolah.
“Kami akan terus melakukan evaluasi dan peningkatan kualitas pelayanan agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.(HR/HR)

