Proyek irigasi yang dikerjakan kontraktor November 2025 lalu belum juga rampung hingga memasuki awal Februari 2026 di Dusun VIII Sisira, Desa Bukit Selamat, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Rabu (4/2/2026). (Foto mol/Lesman Simamora)
LANGKAT | Proyek irigasi menelan anggaran dana miliaran rupiah disebut-sebut putus kontrak di Dusun VIII Sisira, Desa Bukit Selamat, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat.
Proyek irigasi untuk persawahan tadah hujan ini tidak terlihat adanya plank proyek sehingga masyarakat tidak mengetahui apakah pekerjaan itu anggaran tahun 2025. Namun, proyek itu mulai dikerjakan November 2025 lalu.
Masyarakat tidak mengetahui siapa pelaksana proyek, berapa anggaran dana pembangunan, volumenya, dan sumber dananya, karena tidak ada plank proyek di lokasi proyek.
Rahmad, 54, warga sekitar lokasi proyek yang kebetulan bertemu kru Metro Online di lapangan mengatakan, isu yang berkembang, volume proyek irigasi sepanjang 500 meter, sementara yang sudah dikerjakan diperkirakan baru 100 meter lebih.
"Irigasi ini tidak rampung dikerjakan tahun 2025 lalu, itu diduga karena oknum penyedia jasa tidak mampu membiayai material/operasional. Kondisi ini sering kali berujung pada pemutusan kontrak," kata pria berkumis tebal itu.
Kalau ada oknum kontraktor yang tidak menyelesaikan pekerjaannya sesuai masa berlakunya kontrak kerja, dan waktunya molor bukan karena akibat bencana alam, kata dia, hal itu menunjukkan adanya kelemahan dalam seleksi kontraktor.
Padahal, bangunan irigasi tersebut sangat dibutuhkan para petani tadah hujan untuk meningkatkan hasil produksi gabah, demi kesejahteraan warga di daerah itu.
"Tapi kalau proyek irigasi tidak ada manfaatnya bagi petani, sementara uang negara begitu besar yang dihabiskan untuk itu, maka hal itu tak obahnya seperti membuang garam ke laut," terangnya.
Salah seorang pejabat PUTR Kabupaten Langkat, Dedek Ginting yang dikonfirmasi Metro Online, Rabu (4/2/2026) melalui selularnya mengatakan, proyek irigasi di Dusun VIII Sisirah, Desa Bukit Selamat itu gaweannya Dinas PUTR Provinsi Sumatera Utara.
Ditanya lagi melalui sambungan WhatsApp-nya, apakah bangunan irigasi tersebut proyek T.A 2025, dan meminta nama dan nomor hp pejabat Pemprovsu yang bisa dihubungi, namun yang bersangkutan tidak merespon lagi.
Hingga berita ini dikirim ke redaksi, Rabu (4/2/2026) sekira jam 20:30, kru Metro Online belum mendapat keterangan dari pejabat terkait di Pemprovsu.(lesman/mp)

