-->

Penyelidikan Masih Berjalan, Polres Pematangsianțar Bawa Remaja Disabilitas Korban Pengeroyokan ke Psikolog

Sebarkan:

Foto: Polres Pematangsiantar Masih Menyelidiki Kasus Pengeroyokan Remaja Disabilitas yang Dituduh Penculik Anak (mol/ritz)
PEMATANGSIANTAR | Tindaklanjut Laporan Polisi (LP) terkait dugaan pengeroyokan terhadap seorang remaja penyandang disabilitas, Septiano Samuel Damanik, 21, siswa SLB Negeri di Pematangsiantar, warga Desa Balimbingan, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Sat Reskrim Polres Pematangsiantar masih melakukan penyelidikan (lidik_red).

Kapolres Pematangsiantar AKBP Sah Udur TM Sitinjak SIK SH MH melalui Kasat Reskrim AKP Sandi Riz Akbar STrK SIK MH dalam siaran pers tertulis yang dibagikan Sabtu (31/1/2026) malam, mengatakan,  penyelidikan ini untuk mensinkronkan dugaan pengeroyokan secara rinci serta melakukan klarifikasi terhadap saksi saksi dan terlapor. "Hingga saat ini proses penyelidikan masih berjalan," ujar Kasat Reskrim.

Kasat menambahkan. Sat Reskrim akan membawa korban ke psikolog untuk  pemeriksaan dan pendampingan dengan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kota Pematangsiantar.

Menyahuti dan menyambut kehadiran Keluarga Besar Sekolah Luar Biasa (SLB) dan para orang tua Disabilitas di Polres Pematangsiantar yang datang bertanya tentang perkembangan kasus pengeroyokan terhadap Septiano Samuel Damanik, Kamis (30/1/2026) siang, Kasat mengucapkan banyak terima kasih.

"Kami mengucapkan terima kasih dan mwmberi apresiasi kepada teman teman Septiano yang datang ke Polres memberi dukungan untuk mendapatkan keadilan yang sebenarnya," ujar AKP Sandi Riz Akbar.


PENGEROYOKAN KORBAN


Septiano Samuel Damanik dikeroyok  sekelompok warga di Jalan Melur, Kelurahan Simarito, Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematangsiantar pada Minggu (25/1/2026) siang.

Menurut informasi, saat itu korban menyapa anak-anak agar jangan bermain di badan jalan bahkan hendak memberi uang untuk jajan. 

Niat baik korban berujung petaka, anak-anak meneriakinya 'penculik anak' hingga mengundang kerumunan warga lalu diinterogasi disertai pengeroyokan.

Akibatnya fatal, korban mengalami luka-luka yang kemudian di rawat di RSUD dr Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar (bay/bay)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini