![]() |
| Jajaran Lapas Kelas I Medan kembali menggelar Panen Program Ketahanan Pangan. (mol/lagusta) |
Lebih lanjut Bidang Kehumasan Lapas Medan dalam keterangan tertulisnya yang dikutip, Kamis (26/2/2026) menyebutkan, panen tersebut merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang secara konsisten dijalankan sebagai bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan sekaligus pemberdayaan warga binaan.
“Program ini melibatkan warga binaan yang telah melalui tahapan pembinaan dan pelatihan pertanian secara terstruktur,” kata Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Medan, Selasa (24/2/2026.
Kegiatan panen bukan sekadar aktivitas pertanian, melainkan bagian dari strategi pembinaan berkelanjutan yang bertujuan membentuk karakter, meningkatkan keterampilan, serta menanamkan nilai kedisiplinan dan tanggung jawab.
“Program ketahanan pangan ini kami rancang sebagai sarana pembinaan produktif. Warga binaan tidak hanya belajar bercocok tanam, tetapi juga belajar tentang proses, tanggung jawab, dan hasil dari kerja keras mereka,” ujarnya.
Lahan pembinaan menghasilkan kangkung sebanyak 40 kilogram. Hasil tersebut menjadi indikator keberhasilan optimalisasi lahan sekaligus bukti bahwa pembinaan berjalan efektif dan berkelanjutan. Selain dimanfaatkan untuk kebutuhan internal, hasil panen juga menjadi sarana pembelajaran manajemen produksi bagi warga binaan.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung tertib, aman, dan penuh antusiasme. Sejak tahap penanaman, perawatan, hingga panen, warga binaan terlibat aktif di bawah pengawasan dan pendampingan petugas.
Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas I Medan menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada keterampilan kerja, tetapi juga pada pembentukan mental dan kesiapan warga binaan untuk kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang mandiri dan produktif. (RobS/RS)

