![]() |
| Truk bermuatan keripik pisang kepok keling di lepas untuk di ekspor ke Malaysia, Jumat (27/2/2026). |
Pelepasan ekspor tersebut menjadi sejarah penting bagi pelaku UMKM daerah karena produk olahan lokal berhasil menembus pasar internasional.
Dalam sambutannya, Wali Kota Iman Irdian Saragih menyampaikan bahwa Kota Tebingtinggi memiliki wilayah yang relatif kecil dengan kemampuan keuangan daerah yang terbatas. Meski demikian, kota tersebut memiliki posisi strategis sebagai pusat aktivitas ekonomi bagi wilayah sekitar.
Ia menjelaskan, Kota Tebingtinggi memiliki luas wilayah sekitar 38,44 kilometer persegi dengan jumlah penduduk sekitar 183 ribu jiwa yang tersebar di lima kecamatan dan 35 kelurahan.
“Walaupun kecil, Tebingtinggi menjadi pusat transaksi ekonomi bagi daerah penyangga seperti Kabupaten Serdang Bedagai, Kabupaten Simalungun dan Kabupaten Batubara. Bahkan sekitar 10 kecamatan dari wilayah sekitar masih melakukan aktivitas perdagangan, pendidikan hingga pelayanan kesehatan di kota ini,” ujar Iman.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya, menyampaikan pidato Gubernur Bobby Nasution menyampaikan perekonomian Sumatera Utara pada tahun 2025 tumbuh sebesar 4,53 persen secara year on year.
Pertumbuhan tersebut ditopang oleh sektor pertanian, industri pengolahan serta perdagangan besar dan eceran. Menurutnya, sektor pertanian masih menjadi tulang punggung perekonomian daerah, khususnya komoditas hortikultura dan perkebunan.
Karena itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terus mendorong hilirisasi pertanian agar komoditas tidak hanya dijual dalam bentuk mentah, tetapi juga diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi.
Selain itu, pemerintah provinsi juga memperkuat pembinaan kepada petani dan pelaku UMKM, terutama dalam memenuhi standar ekspor serta meningkatkan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar global.
Dilanjutkan Mendag, dalam sambutannya mengatakan kunjungan kerja di Kota Tebingtinggi dilakukan untuk meninjau langsung harga kebutuhan pokok di pasar tradisional, grosir dan pasar modern.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, harga sejumlah komoditas di Tebingtinggi masih stabil dan pasokan barang juga terjamin.
Selain memantau harga bahan pokok, Mendag juga meresmikan pusat konveksi yang diharapkan dapat mendorong pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
Ia menjelaskan, Kementerian Perdagangan memiliki program Gaspol (Gerakan Bangga Produk Lokal) yang mendorong penggunaan produk dalam negeri di lingkungan instansi pemerintah.
“Setiap Senin dan Kamis kami menggunakan produk lokal dari kepala hingga kaki. Ini menjadi salah satu upaya untuk memberdayakan UMKM dan meningkatkan penggunaan produk dalam negeri,” ujarnya.
Menurut Mendag, pemerintah juga memfasilitasi produk UMKM agar dapat masuk ke ritel modern melalui program business matching sehingga mampu bersaing dengan produk luar negeri.
Selain itu, Kementerian Perdagangan menjalankan program UMKM Bisa Ekspor untuk membantu pelaku usaha menembus pasar internasional dengan mempertemukan UMKM dan calon pembeli melalui perwakilan perdagangan Indonesia di berbagai negara.
Pada tahun 2025, Kementerian Perdagangan telah memfasilitasi sekitar 1.200 UMKM mengikuti program tersebut dengan total transaksi mencapai 134,8 juta dolar AS atau sekitar Rp2,3 triliun. Sekitar 70 persen dari pelaku UMKM tersebut bahkan sebelumnya belum pernah melakukan ekspor.
Mendag berharap peluang tersebut dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah dan pelaku usaha sehingga semakin banyak produk UMKM Indonesia mampu bersaing dan menembus pasar global.
Usai pidato, Menteri Perdagangan Budi Santoso bersama Wali Kota Iman Irdian Saragih, Wakil Gubernur Surya dan para Dirjen melepas keberangkatan produk ekspor keripik pisang kepok keling asal Tebingtinggi menuju Malaysia.(HR/HR).

