![]() |
| Ekskavator PT WIKA Terperosok Saat Normalisasi Sungai di Lopian Tapteng.(Foto: Yasmend/mol) |
TAPTENG | Satu unit ekskavator milik PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) terperosok dan terjebak di dasar aliran sungai saat melakukan pekerjaan normalisasi di bawah Jembatan Lopian, Kelurahan Lopian, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Selasa (24/2/2026).
Peristiwa tersebut disaksikan langsung kru Metro-Online.co saat melintasi lokasi kegiatan. Di lapangan terlihat satu unit ekskavator merek Komatsu berwarna kuning dalam posisi miring, dengan bagian rantai (track) tertanam di dasar sungai yang berlumpur.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, alat berat itu awalnya hendak bergeser ke bagian pinggir sungai. Namun, kondisi dasar sungai yang dalam dan labil diduga tidak terdeteksi secara maksimal, sehingga ekskavator perlahan lengket dan akhirnya tidak dapat bergerak.
Di lokasi terlihat ada tiga unit alat berat, yakni dua ekskavator dan satu unit alat berat jenis kepiting. Dua unit lainnya langsung dikerahkan untuk membantu proses evakuasi alat yang terjebak.
Kepala Lingkungan I Kelurahan Lopian Ali M, yang berada di lokasi kejadian, menjelaskan bahwa normalisasi sungai telah berlangsung kurang lebih satu bulan. Kegiatan itu merupakan kerja sama pihak kecamatan guna mengantisipasi luapan air yang kerap terjadi saat hujan deras.
“Selama ini sungai ini sering meluap ketika hujan deras dan arusnya cukup kuat. Karena itu dilakukan normalisasi agar risiko banjir bisa diminimalisir,” ujarnya.
Pasca-insiden, Camat Badiri bersama staf PT WIKA, Babinsa, Kepala Lingkungan Dusun I, serta masyarakat setempat langsung menyaksikan insiden tersebut untuk melakukan pengecekan dan pemantauan situasi.
Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi ekskavator masih berlangsung. Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Pekerjaan normalisasi sungai tetap menjadi prioritas untuk meningkatkan kapasitas aliran air serta mengurangi potensi banjir di wilayah Kelurahan Lopian dan sekitarnya.
Informasi dihimpun redaksi Metro Online dari Kepling Dusun I, tim masih terus melakukan evakuasi terhadap ekskavator tersebut.(YS/JS)

