-->

Warga Kecewa Lurah Seibilah Timur Pilih Kasih Salurkan Bantuan Sosial

Sebarkan:

 


Kondisi rumah milik Widya Mastuti yang dihuni bersama suami nya Sofyan terlihat tidak layak huni (Poto Jumat 30/1/2026/ mol/mp)


LANGKAT | Beberapa warga Kelurahan Seibilah Timur, Kecamatan Seilepan, Kabupaten Langkat, merasa kecewa terhadap kinerja Pemerintah Kelurahan setempat. Pasalnya sebahagian mereka yang miskin tidak pernah tersentuh bantuan sosial apapun dari Pemerintah pusat.

”Bantuan sosial dari Pemerintah pusat itu sebenarnya untuk orang kaya atau orang miskin,?” ketus Ismail Daud, 73, warga Kelurahan Seibilah Timur  Kecamatan Seilepan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara kepada Metro Online, Jumat (30/1/2026).

"Sudah puluhan tahun saya bersama anak-anak saya tinggal di Kelurahan Seibilah Timur belum pernah menerima bentuk bantuan sosial dari Pemerintah pusat, mau itu Program Keluarga Harapan (PKH) non PKH, Program Indonesia Pintar (PIP) dan bantuan lainnya kami tidak pernah menerima," ucap Ismail Daud.

Ismail Daud telah puluhan tahun berdomisili di lingkungan satu Kelurahan Seibilah Timur, namun tidak pernah tersentuh bantuan Pemerintah Pusat (Poto :mol/mp)


Lebih lanjut dikatakan Ismail Daud, dia telah berkali-kali mendatangi kantor Kelurahan Seibilah untuk memohon agar data dirinya beserta data seluruh anak nya dimasukan oleh operator kantor Kelurahan ke Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) namun sampai saat ini tidak ada respon sama sekali.

Padahal kata Ismail Daud, Lurah beserta staf nya tahu persis mengenai kondisi keluarganya dan keluarga anak-anaknya sangat wajar sebagai penerima manfaat bantuan sosial (bansos) namun langkah yang berkali-kali ditempuh tidak pernah membuahkan hasil.

"Kalau saya tidak lupa, sudah puluhan kali saya mendatangi kantor Kelurahan Seibilah untuk memohon agar didaftar ke DTKS, namun sampai saat ini tidak ada hasil apapun,” ujarnya.

Maya Puspitadewi seorang ibu rumahtangga warga lingkungan satu, Kelurahan Seibilah Timur, tidak pernah menerima bantuan dari Pemerintah pusat (Poto :mol/mp)


Bahkan kata Ismail, baru-baru ini dirinya juga telah mendatangi kantor Kelurahan sesuai arahan dari Camat Seilepan untuk menemui operator Kelurahan. Saat itu operator Kelurahan bersama staf lainnya berjanji akan datang segera ke rumah untuk mendata serta melakukan pemotretan rumah, namun sampai saat ini operator dan staf kelurahan tak kunjung tiba.

Dia merasa sangat kecewa atas kinerja Lurah Seibilah yang diduga pilih kasih melakukan pendataan ke masyarakat penerima manfaat Bansos. ”Kebanyakan yang menerima bansos justru berasal dari keluarga yang mampu serta orang dekat staf kelurahan dan kerabat mereka,” ucap Ismail Daud.

Hal senada dikatakan Maya Puspitadewi warga yang sama, dia mengaku tidak pernah terdaftar sebagai peserta penerima manfaat bantuan PKH atau jenis bantuan papun dari Pemerintah pusat melalui Kelurahan Seibilah Timur.

Yuliana Syahfitri, ibu rumahtangga warga lingkungan satu, Kelurahan Seibilah Timur, tidak pernah menerima bantuan dari pemerintah pusat (Poto :mol/mp)


"Kami kakak beradik tidak pernah menerima bantuan apapun dari Pemerintah pusat yang disalurkan melalui Kelurahan Seibilah Timur" ucap Puspitadewi.

Terpisah, Lurah Seibilah Timur Fridya Chairu S kom tidak berada di kantornya. "Lurah belum masuk," ucap salah seorang staf Kelurahan.

Camat Seilepan Iqbal Ramadhan dikonfirmasi melalui sambungan telepon menjawab singkat. “Awal bulan akan dicek apakah sudah masuk data mereka atau belum,” ucapnya.(mp/mp)
Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini