![]() |
| Lokasi pemandian Tapian Boru Manjile", Senin (19/1/2026).(mol/RG). |
Objek wisata Tapian Boru Manjile Sipispis secara resmi diresmikan oleh Bupati Serdangbedagai H Darma Wijaya pada Rabu (1/5/2024). Peresmian tersebut dirangkaikan dengan kegiatan Halal Bihalal Kecamatan Sipispis dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah/2024 Masehi, yang turut dihadiri unsur Forkopimcam dan masyarakat setempat.
Tapian Boru Manjile memanfaatkan aliran Sungai Bahbolon, yang sejak lama dikenal sebagai jalur favorit wisata arung jeram. Keberadaan pemandian alam ini melengkapi lintasan wisata sungai yang sudah populer, sekaligus memperkaya pilihan destinasi wisata di Kabupaten Serdangbedagai.
Objek wisata alam ini berlokasi di Dusun II, Desa Sipispis, Kecamatan Sipispis, dengan panorama alam yang masih asri dan alami. Keindahan lingkungan sekitar berpadu dengan nilai sejarah dan legenda rakyat yang hingga kini tetap dijaga serta dihormati oleh masyarakat Sipispis.
Pantauan metro-online.co, Senin (19/1/2026), dari beberapa warga di lokasi wisata menyebutkan kata 'Manjile' berasal dari bahasa Karo yang berarti 'batu cantik' Di kawasan Tapian Boru Manjile terdapat sebuah batu hitam yang diyakini sebagai bukti sejarah dan menjadi bagian penting dari kisah turun-temurun masyarakat setempat.
![]() |
| Plang Turi-turian boru manjile, Senin (19/1/2026).(mol/RG) |
Cerita rakyat tersebut juga tertuang dalam papan informasi resmi di lokasi wisata yang berbunyi:
“Turi-turian on padashon pasal sejarah na dob tompuh ni Batu Boru Menjilei na domma i porsayai halak Sipispis mulai sapari on. ‘Batu Boru Menjilei’ (perempuan yang sangat cantik). Batu ini ditemukan sekitar tahun 1800-an pada masa partuanan (kerajaan) Tuan Kalam Setia. Konon katanya, batu ini adalah sosok kakak beradik yang terkena kutukan karena kakaknya melanggar norma kepada adiknya sendiri.”
Dikisahkan pula, akibat perbuatan tersebut, keduanya dianggap menjadi aib keluarga. Orang tua mereka kemudian menggulingkan kakak beradik itu dari kampung bernama Huta Panggulangan. Hingga kini, Batu Boru Manjile dianggap sakral oleh masyarakat Sipispis dan menjadi peninggalan sejarah yang sarat nilai pembelajaran moral dalam kehidupan bermasyarakat.
Untuk menikmati keindahan wisata Tapian Boru Manjile, pengunjung hanya dikenakan tarif masuk yang sangat terjangkau, yakni Rp20.000 untuk kendaraan roda empat dan Rp10.000 untuk kendaraan roda dua. Saat ini, pengelolaan objek wisata dilakukan oleh BUMDes Desa Sipispis, yang dinilai sebagai salah satu BUMDes terbaik di wilayah tersebut.
Dengan konsep wisata berbasis alam dan kearifan lokal, Tapian Boru Manjile diharapkan mampu menjadi ikon wisata budaya Serdangbedagai, meningkatkan pendapatan desa, serta menjadi penggerak ekonomi masyarakat melalui pengembangan UMKM dan usaha kreatif lokal.(HR/HR).


