-->

Puluhan Warga Datangi Kantor Lurah Kampung Lama Minta Pertanggungjawaban Perusahaan PKS Terkait Pencemaran Limbah

Sebarkan:

 


Sejumlah warga petani dari tiga lingkungan datangi Kantor Lurah  Kampung Lama, mereka meminta pertanggungjawaban PT ALM, terkait limbah PKS mencemari lingkungan, ratusan rumah, termasuk puluhan hektare areal persawahan, Senin (5/2/2026). (Foto mol/ Lesman Simamora)


LANGKAT | Puluhan warga Lingkungan ll, lll dan IV Kelurahan
Kampung Lama, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat datangi kantor lurah setempat, Senin (5/1/2026), terkait dugaan pencemaran limbah yang diduga bersumber dari salah satu Pabrik Kelapa Sawit (PKS) mencemari lingkungan.

Kedatangan perwakilan warga dari tiga lingkungan untuk meminta pertanggungjawaban pihak manajemen PKS atas dugaan pencemaran lingkungan pasca banjir bandang akhir November 2025 lalu.

Limbah kental berwarna hitam PKS bercampur air banjir bandang yang ketika itu membanjiri permukiman bahkan ratusan rumah terendam, termasuk puluhan hektare sawah tertimbun lumpur bercampur limbah.

Pada kesempatan itu, perwakilan warga, Marudut Siregar dan M. Simanjuntak menyampaikan ratusan rumah warga dan puluhan hektare areal persawahan terendam air banjir bercampur limbah.

Hal ini disampaikan perwakilan warga dihadapan Lurah Kampung Lama, Jamaluddin. "Limbah itu diduga berasal dari PKS PT ALM," ujar Simanjuntak.

"Kami datang hari ini bukan saja hanya menceritakan apa yang menjadi keluhan warga, tapi meminta pertanggungjawaban pihak manajemen perusahaan atas terjadinya pencemaran limbah tersebut," terangnya.

Perwakilan warga lebih lanjut,  empat puluh hari pascabanjir, dan jauh sebelumnya masalah ini telah disampaikan ke pihak manajemen perusahaan, namun sepertinya pihak PT ALM belum ada upaya untuk menyelesaikan masalah ini, ungkap mereka.

Memang beberapa hari setelah banjir, kata perwakilan warga, pihak perusahaan PT.ALM melakukan pembersihan rumah yang terdampak limbah, tapi tidak semua terjangkau, termasuk areal persawahan tergenang limbah yang akhirnya para petani gagal tanam.

Sementara itu, Malpin Hutabarat mengatakan, pencemaran limbah PKS itu, bukan saja hanya terkena rumah dan areal persawahan yang terdampak, tapi juga perabotan, sopa, kasur, tempat tidur dan lainnya juga turut hancur, dan tidak dapat lagi dipakai, ujarnya.

Menanggapi keluhan warga, Lurah Kampung lama Jamaluddin S.Pd mengatakan, apa yang menjadi tuntutan/aspirasi para petani itu akan disampaikan kepada Camat Besitang.

Diharapkan pihak kecamatan akan mengundang para pihak sehingga apa yang menjadi tuntutan warga mendapat jawaban/solusi dari pihak yang bertanggungjawab, harapnya. 

Ditanya berapa jumlah rumah di tiga lingkungan yang terdampak limbah PKS, "sesuai laporan warga dan Kepling ada sekitar 300 rumah, tutup Jamaluddin.

Manager PT ALM, Irwan Ketika dikonfirmasi melalui KTU, Najar
via WhatsApp-nya mengatakan, "pembersihan limbah tetap kami lakukan, besok pun kami turun lagi
untuk membersihkan limbah itu," katanya singkat.(lesman/mp)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini