Terlihat beberapa tenda berdiri tegak di halaman Kantor DPRK Aceh Tamiang, tempat berteduh sejumlah keluarga korban banjir bandang, Kamis (15/1/2026). (Foto mol/Lesman Simamora)
ACEH TAMIANG | Korban banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang membutuhkan suntikan dana dari pemerintah pusat untuk perbaikan bangunan rumah yang rusak.
Suntikan dana secara tunai, tidak hanya untuk perbaikan bangunan rumah, tapi juga untuk perbaikan sepedamotor, mobil, pemasangan baru instalasi dan meteran listrik, sewa kompresor atau beli mesin untuk membersihkan dinding dan lantai rumah, dan lainnya.
Sudah 50 hari pascabanjir di Aceh Tamiang, namun sejauh ini korban banjir bandang masih tetap tinggal di tenda pengungsian, warga belum bisa kembali ke rumahnya masing-masing akibat kediaman mereka masih tertimbun lumpur tebal, termasuk permukaan aspal jalan dan drainase, sesuai pantauan Metro Online, Kamis (15/1/2026).
Di beberapa titik timbunan lumpur yang belum bersih terdapat di Desa Kebun Tanah Terban, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang. Operator alat berat masih bekerja di lapangan.
Puluhan tenda di depan Kantor DPRK, dan di halaman Kantor Bupati Aceh Tamiang masih berdiri tegak tempat berteduh sejumlah keluarga korban banjir.
Salah seorang warga Desa Kebun Tanah Terban, Mawardi yang ditemui Metro Online di lapangan mengatakan, salah satu faktor penyebab lumpur dipermukaan badan jalan, drainase belum juga tuntas hingga kini diduga akibat minimnya alat berat seperti dump truck, escavator dan alat berat lainnya.
Meski upaya kerja keras berbagai pihak, TNI/ Polri, ASN, dan relawan telah dilakukan, tapi karena alat berat diduga minim membuat proses evakuasi lumpur tebal dan sampah terkesan lambat, ucapnya.
Untuk itu, pemerintah daerah dan pemerintah pusat diharapkan dapat menambah operator dan alat berat diturunkan ke lapangan sehingga diharapkan percepatan pemulihan lingkungan lebih cepat lagi, ujarnya.
"Dengan segala upaya dan daya serta kebijakan, diminta kepada pemerintah daerah dan pemerintah pusat turun lagi melihat langsung kondisi lapangan yang sebenarnya," harapnya.
Ratusan ribu kepala keluarga yang merupakan korban banjir di Aceh Tamiang, menunggu uluran tangan pemerintah dapat segera memberi suntikan dana bantuan perbaikan rumah yang rusak, katanya.
Kini para korban banjir, lanjutnya, benar-benar kesulitan dana untuk perbaikan bangunan rumah yang rusak. Tidak sedikit biaya yang dibutuhkan, khusunya bagi warga yang ekonominya lemah, mungkin bagi orang berduit, atau pejabat itu bisa ditanggulangi sendiri, tanpa bantuan uang dari pemerintah, tutupnya.(lesman/mp)

