TAPTENG | Sudah dua bulan berlalu sejak bencana longsor melanda Lingkungan IV Malaka, Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng). Namun hingga kini, Epi Darman Gea dan kerabatnya mengaku belum pernah menyaksikan secara langsung upaya pencarian di lokasi kejadian terhadap tiga anggota keluarganya. Kondisi tersebut menimbulkan tanda tanya besar terkait keseriusan penanganan bencana oleh pihak terkait.
Keluarga korban menyampaikan kepada pemerintah juga mengenai permohonan bantuan Kapolres Tapanuli Tengah untuk melakukan pencaharian keluarga korban yang disinyalir sama sekali tidak pernah dicari. Padahal tiga orang dilaporkan hilang tertimbun longsor, yakni ayah kandung dari Epi Darman Gea dan Hendri Jaya Gea (empat bersaudara), serta dua anggota keluarga lainnya, Inang Uda dan seorang adik sepupu. Hingga saat ini, ketiga korban belum berhasil ditemukan.
Kru Metro-Online.co bersama sejumlah rekan media kembali melakukan konfirmasi kepada aparat dan instansi berwenang guna memperoleh kejelasan terkait upaya pencarian korban. Penelusuran pertama dilakukan ke Posko TNI di GOR Pandan pada Selasa (25/11/2025). Media diterima oleh petugas piket bermarga Sibagariang.
Dalam pertemuan tersebut, media menyampaikan adanya indikasi masyarakat menyampaikan sejak awal kejadian hingga saat ini belum pernah dilakukan pencarian secara langsung di lokasi longsor.
Tak hanya itu, media juga meminta petunjuk agar pencarian dapat dilaksanakan secara bersama-sama oleh tim gabungan.
Petugas piket kemudian menghubungi Danpos wilayah setempat melalui sambungan telepon. Danpos menyampaikan bahwa pihak TNI pada prinsipnya siap membantu, namun hingga kini belum dapat turun ke lokasi kejadian dengan alasan kondisi medan jalan menuju lokasi tidak memungkinkan untuk dilalui.
“Kami siap membantu, namun kondisi medan menuju lokasi belum memungkinkan. Meski demikian, laporan dari keluarga korban sudah kami terima dan akan ditindaklanjuti,” ujar Sibagariang menyampaikan keterangan Danpos.
Konfirmasi kemudian dilanjutkan kepada Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapanuli Tengah, Leo Sinaga, didampingi Sekretaris BPBD, Tanti. Konfirmasi tersebut berlangsung di Ruang Rapat Cendrawasih, Kantor Bupati Tapanuli Tengah, pada Selasa (20/1/2026) sekitar pukul 15.45 WIB hingga selesai.
Dalam pertemuan tersebut, Leo Sinaga menyampaikan bahwa pihak BPBD telah memiliki data korban yang dilaporkan hilang dalam peristiwa longsor tersebut. Namun saat ditanyakan alasan mengapa sejak awal belum dilakukan penurunan tim pencarian ke lokasi, pihak BPBD belum memberikan penjelasan secara rinci.
Meski demikian, BPBD membuka ruang bagi keluarga korban untuk menyampaikan keluhan dan harapan. Perwakilan keluarga korban, Epi Darman Gea, berharap agar tim gabungan segera melakukan pencarian terhadap jenazah ayah dan anggota keluarga mereka yang tertimbun longsor.
“Walaupun ada kelalaian, kami tetap berharap adanya perhatian dan bantuan. Kami tidak ingin merasa disisihkan. Ini adalah duka yang sangat mendalam bagi keluarga kami,” ungkap Epi Darman Gea.
Menanggapi hal tersebut, Kepala BPBD Tapteng menyatakan pihaknya siap membantu dan melakukan evakuasi. Namun sebelum pencarian dilakukan, BPBD akan terlebih dahulu melaksanakan peninjauan lokasi bersama tim dan keluarga korban.
“Besok akan dilakukan peninjauan lapangan oleh tim bersama keluarga. Setelah itu, hasilnya akan dibahas dan dirapatkan untuk menentukan langkah pencarian,” ujar Leo Sinaga.
Dalam kesempatan yang sama, Leo Sinaga juga langsung menghubungi pihak Basarnas Kabupaten Tapanuli Tengah, yang menyatakan kesiapan untuk membantu proses pencarian, sembari menunggu hasil peninjauan lapangan dari tim BPBD.
Dengan adanya komitmen dari BPBD dan Basarnas, keluarga korban berharap pencarian dapat segera direalisasikan. Peristiwa ini pun dinilai telah menemukan titik terang dan kini tinggal menunggu penyelarasan teknis pelaksanaan pencarian di lapangan.
Metro-Online.co bersama rekan-rekan media lainnya menegaskan akan terus mengawal perkembangan kasus ini hingga terdapat kepastian dan kejelasan penuh bagi keluarga korban, serta memastikan proses pencarian dan penanganan bencana berjalan secara transparan, manusiawi, dan bertanggung jawab.(YS/JS)

