![]() |
| Keluarga korban tertimbun longsor yang belum ditemukan. (dok.mol/ys) |
Hal itu diungkapkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapanuli Tengah Leo Sinaga saat dikonfirmasi media ini, Kamis malam (22/1/2026).
Pihaknya telah melakukan rapat dan koordinasi bersama unsur Basarnas, TNI, Polres, serta pihak terkait lainnya.
“Tadi kami sudah berkoordinasi dengan rekan Basarnas, TNI, dan Polres. Hasil koordinasi tersebut langsung kami laporkan ke pimpinan untuk persiapan turun ke lapangan,” ujarnya.
Hasil rapat bersama menyepakati pembentukan tim gabungan sebagai langkah awal sebelum dilakukan peninjauan langsung ke lokasi longsor. Pembentukan tim ini dinilai penting guna memastikan proses pencarian, verifikasi kondisi lapangan serta aspek keselamatan personel berjalan sesuai prosedur.
“Ini baru selesai dirapatkan bersama pihak Basarnas, TNI, Polres, dan pihak terkait. Hasilnya kita akan turun ke lapangan, namun sebelumnya harus segera membentuk tim terkait pendataan dan verifikasi. Rencana turun akan dilakukan secepatnya,” jelasnya.
Ia juga meminta kepada keluarga korban serta masyarakat untuk bersabar, mengingat proses penanganan membutuhkan persiapan teknis dan koordinasi yang matang agar tidak menimbulkan risiko baru di lokasi bencana.
BPBD Tapteng juga harus melakukan persiapan terlebih dahulu sebelum turun ke lokasi dan mengoordinasikannya dengan seluruh pihak terkait. Secepatnya akan kami lakukan,” tambahnya.
Langkah dimaksud menjadi bentuk respons serius Pemerintah Daerah melalui BPBD Tapteng dalam menyahuti harapan keluarga korban, sekaligus memastikan penanganan bencana longsor dilakukan secara terencana, terukur, dan melibatkan seluruh unsur terkait. (YS/RS)

