-->

Akibat Akses Jalan Tidak baik, Hasil Bumi Desa Salahaji Dibawa ke Aceh

Sebarkan:

 

Amril warga dusun dua desa salahaji saat menerangkan kekesalannya mengenai akses jalan yang tidak baik di kecamatan pematangjaya.(Poto : mol/mp)


LANGKAT | Akibat akses jalan tidak baik atau yang lebih tepat disebut jalan rusak di Kecamatan Pematang jaya khususnya di Desa Salahaji Kecamatan Pematang jaya, Kabupaten Langkat mengakibatkan hasil bumi dari kecamatan pematang jaya harus dibawa ke Kabupaten Aceh Tamiang, demikian dikatakan Amril, 75, warga dusun dua desa salahaji Kecamatan Pematang jaya, kabupaten Langkat Rabu (21/1/2026).

Lebih lanjut dikatakan Amril, dirinya sangat kecewa atas kurangnya perhatian pemerintah kabupaten langkat terhadap kecamatan pematang jaya, dimana kecamatan pematang jaya tersebut berbatas dengan kabupaten aceh tamiang, jika dibandingkan infrastuktur antara aceh dan langkat sangat jauh berbeda, jalan kabupaten Aceh Tamiang semua sangat bagus.

Kecamatan pematang jaya mekar sudah lebih 20 tahun, namun sampai saat ini jalan protokol menuju kantor camat pematang jaya tidak pernah menjadi program pemerintah, jika musim hujan maka jalan tersebut berlumpur, dan jika musim kemarau maka jalan tersebut berdebu.

"Kami jual hasil bumi ke Aceh, kami belanja bahan pokok sehari hari dan bahan pokok lainnya ke Aceh, anak-anak sekolah menengah ke Aceh, bahkan listrik untuk penerangan juga dari PLN Aceh" ucap Amril.

Memang ada sekolah menengah di Desa limau mungkur, tapi bagaimana mungkin anak desa salahaji dan desa serangjaya menimba ilmu disekolah tersebut, disamping jarak tempuh nya sangat jauh jalannya pun sulit untuk dilalui anak sekolah.

Daerah yang maju itu adalah mengutamakan perbaikan infrastuktur dengan baik, jika infrastuktur tidak baik maka daerah tersebut tidak akan pernah bisa maju bagai daerah di provinsi aceh, dan kalau seluruh infrastuktur atau jalan utama baik maka perputaran uang sudah pasti baik didaerah tersebut.

Terkadang kata Amril, dirinya malu jika melihat jalan di desa nya saat dia berjalan menuju kota simpang aceh tamiang untuk belanja bahan pokok,  padahal jalan tersebut adalah akses utama masyarakat setiap harinya, termasuk akses untuk mengeluarkan hasil pertanian berupa buah sawit, getah karet dan berbagai hasil bumi lainnya, tutur Amril.

Dahulu saat pertama pematang jaya resmi mekar menjadi kecamatan, dirinya bersama warga lain memperjuangkan penerangan listrik untuk masuk ke desa salahaji sangatlah sulit.

Kondisi titi ambruk penghubung antara desa salahaji dengan desa serangjaya tidak bisa dilalui mobil (Poto:mol/mp)


Saat itu dia memohon ke kantor PLN pangkalan berandan namun permohonannya ditolak, dengan alasan kantor cabang binjai yang punya wewenang, selanjutnya Amril bersama warga lainnya mendatangi kantor cabang PLN binjai, namun permohonan tersebut juga ditolak.

Akhirnya Amril memohonkan penerangan listrik ke kantor PLN aceh tamiang, dan sampai saat ini penerangan listrik desa salahaji, dan desa serangjaya dari PLN aceh tamiang, kenang Amril.

Seperti saat ini, titi penghubung antara desa salahaji dengan desa serangjaya ambruk diterpa banjir bandang akhir tahun lalu, padahal jalan tersebut adalah jalan utama yang dipergunakan semua warga namun sampai saat ini tidak ada perhatian pemerintah atas ambruknya titi tersebut.

Harusnya pemerintah berupaya membuat titi darurat sementara agar mobil dapat melintas dijalan utama atau jalan protokol tersebut, terang Amril.

Terpisah, Camat Pematangjaya Hairul Amin Ritonga S Sos dikonfirmasi namun camat tidak berada dikantor nya, dikonfirmasi  melalui seluler namun camat tidak menjawab panggilan teleponnya, selanjutnya dicoba konfirmasi melalui pesan wattshapp, "saya masih baru di kecamatan pematang jaya, dan laporan yg saya terima dari Kasi PMP yang selama ini menangani masalah ini, bahwa terkait titi dan jembatan yang rusak pasca bencana, sudah dilaporkan ke instansi terkait, tulis camat dalam pesan wattshapp.(mp/mp)
Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini