-->

Rakor Pemko-Forkopimda-SPBU, Kota Tebingtinggi Dapat BBM 88 Ribu Liter Perhari, Pertamina Diminta Tingkatkan Pasokan

Sebarkan:
Pemerintah Kota (Pemko) Tebingtinggi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pemangku kepentingan menggelar rapat koordinasi (rakor) mendesak di ruang kerja Wali Kota, Jumat (5/12/2025). (Mol/Sdy)
TEBINGTINGGI | 
Antrian pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) dI Kota Tebingtinggi, Sumatera Utara, masih terjadi. Hal ini membuat aktifitas warga masyarakat menjadi terhambat.

Menanggapi persoalan ini, Pemerintah Kota (Pemko) Tebingtinggi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pemangku kepentingan menggelar rapat koordinasi (rakor) mendesak di ruang kerja Wali Kota, Jumat (5/12/2025).

Rakor ini dalam rangka mencari solusi atas kelangkaan BBM khususnya Pertalite yang telah mengganggu aktivitas masyarakat selama beberapa hari terakhir.

Hadir dalam rakor tersebut, Wali Kota Tebingtinggi Iman Irdian Saragih, Kapolres Tebingtinggi AKBP Simon Paulus Sinulingga, Kajari Satria Abdi, Ketua DPRD Sakti Khadaffi Nasution, Pabung 0204/DS untuk Tebingtinggi Kapten Inf PM Simanjuntak, Sekda Erwin Suheri Damanik dan perwakilan 8 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Tebingtinggi.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Tebingtinggi Iman Irdian Saragih mengungkapkan kelangkaan BBM yang terjadi, mengganggu aktivitas masyarakat.

Kelangkaan ini, kata Irdian, telah dimanfaatkan beberapa orang dengan menjual BBM di kisaran harga 20-50 ribu per botol (kemasan 1,6 liter).

"Saya berharap, kita hadir hari ini, mencari solusi untuk meringankan beban masyarakat. Dari informasi yang ada, Tebingtinggi menerima suplai 88 ribu liter per hari. Satu orang untuk satu sepeda motor, dibatasi 5 liter dan mobil 20 liter, harusnya tidak kesulitan, tidak mengantri sampai berhari-hari," ujarnya.

Irdian berharap kepada perwakilan SPBU untuk bisa menambah kuota per harinya (pasokan harian setiap SPBU antara 8 hingga 16 ribu liter).

"Harus bisa ditingkatkan. Ini sudah masuk hari keempat, masyarakat sangat resah. Kami sudah menyampaikan, supaya masyarakat jangan panic buying. Hal ini benar-benar menyentuh ke masyarakat dan menghambat kegiatan sehari-hari. Kepada Kasatpol PP agar membantu mengamankan," katanya.

Senada, Kapolres Tebingtinggi AKBP Simon Paulus Sinulingga mendesak pihak SPBU dan Pertamina Patra Niaga untuk menambah volume pasokan Pertalite.

Simon menyebutkan, berdasarkan koordinasi dengan wilayah tetangga seperti Serdangbedagai dan Medan, kondisi BBM sudah hampir normal.

"Kenapa di sini belum? Karena pasokan masih kurang dan masih ada yang memanfaatkan situasi. Kami sudah melakukan penindakan terhadap satu pelaku yang menjual Rp 50.000 per botol," ucapnya.

Pada kesempatan itu, Simon menegaskan pengerahan personel 24 jam untuk melayani dan menghimbau masyarakat agar tidak panic buying.

"Mohon kiranya kepada Pabung, Kajari, Wali Kota, keberadaan anggota kita, dimaksimalkan 24 jam. Kita harus melayani, kita hadir disitu menghimbau masyarakat, supaya jangan panik," ungkapnya.

Sementara itu, Kajari Tebingtinggi Satria Abdi menyoroti adanya dugaan penimbunan BBM dan penyalahgunaan izin pengecer yang memperkeruh suasana.

"Kami ingatkan, Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Migas mengatur sanksi pidana. Jika perlu, kami terapkan shock therapy bagi mereka yang berulang kali memanfaatkan situasi ini," tegas Kajari.

Kajari juga menyoroti kerugian yang ditimbulkan antrean panjang, tidak hanya bagi pengguna jalan, tetapi juga bagi pelaku usaha di sekitar SPBU yang omsetnya terdampak.

Perwakilan SPBU Jalan HM Yamin Haryono menyatakan kesiapan pihaknya untuk mengikuti arahan menambah suplai dan bersama mengatasi kelangkaan.

Herman, perwakilan dari SPBU Simpang Brohol, menyarankan agar pasokan BBM dari Pertamina Patra Niaga dilakukan secara serentak ke semua SPBU.

"Hal ini untuk mengurangi praktik pengisian BBM berulang di SPBU yang berbeda-beda, yang turut menyebabkan antrean," ujar Herman.

Rapat koordinasi dilanjutkan dengan peninjauan langsung oleh Forkopimda ke 8 lokasi SPBU yang tersebar di Kota Tebingtinggi, mulai dari SPBU Pertamina 14.206.189 (Jalan Sutoyo), SPBU Pertamina 14.206.183 (Simpang Rambung), SPBU 14.202.154 (Jalan Gatot Subroto, Kota Bayu), SPBU Pertamina 14.206.1136 (simpang Brohol, Jalan Setia Budi).

Lalu, SPBU Pertamina 14.206.188 (Kampung Lalang, Jalan Yos Sudarso), SPBU Pertamina 14.206.162 (Simpang Beo), SPBU Pertamina 14.206.1124 (Kampung Keling, Jalan HM Yamin) dan SPBU Pertamina 14.206.198 (Paya Pasir). (Sdy/Sdy)
Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini