LANGKAT | Memprihatinkan ! Hingga memasuki hari ke sepuluh pascabanjir melanda Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, hingga kini masyarakat masih terus melakukan kegiatan bersih-bersih rumah, pakaian, perlengkapan dapur, sepedamotor, mobil, termasuk mengeringkan bulir padi yang terendam banjir.
Selain ribuan rumah yang terendam pascabanjir, cukup banyak tempat tinggal yang rusak, bahkan ada bangunan rumah yang hanyut terbawa arus banjir, kini hanya tinggal pondasi, milik Jhonson Simaremare, warga Kelurahan Kampung Lama, Besitang.
Pantauan Metro Online, di beberapa titik parit sepanjang Jalinsum Medan-Aceh, tepatnya di Kelurahan Bukit Kubu, terlihat sejumlah warga mencuci pakaian, karpet, sopa dan perabotan lainnya, Jumat (5/12/2025).
Meski kondisi air mengalir di dalam parit bukanlah air bersih seperti air PDAM, tapi masyarakat tetap saja menggunakan air itu minimal bisa membersihkan lumpur, noda yang melekat di sopa, karpet, pakaian, atau yang lainnya.
Sementara itu, sepedamotor atau mobil, termasuk Betor yang sempat terendam pascabanjir, tak satu pun yang bisa menyala. Para pemilik kendaraan terpaksa mengeluarkan uang yang jumlahnya relatif besar untuk membayar jasa mekanik.
"Kendaraan yang terendam banjir, itu harus diservice terlebih dahulu termasuk mengganti beberapa sparepart, oli, baru kemudian kendaraan bisa dinyalakan," ujar tokoh masyarakat di daerah itu, Daud Pakpahan kepada Metro Online.
Selain biaya service kendaraan yang menimbulkan kerugian bagi warga yang terdampak, juga bulir padi nyaris busuk dalam karung, hasil panen bulan lalu, ucapnya.
Meskipun warga petani berupaya mengeringkan bulir padi dengan cara dijemur di atas permukaan aspal jalan dengan harapan cepat kering, namun kualitasnya sudah jauh menurun, ungkap Pakpahan.
"Coba bapak lihat (kru Metro Online-red), kata dia, sejumlah warga terpaksa mengeringkan bulir padi miliknya di atas permukaan aspal jalan, bahkan ada menjemur langsung di atas aspal, tanpa alas tikar," terangnya.
Terendamnya bulir padi tersebut, kata dia, maka dipastikan warga petani di daerah itu akan membeli beras untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
"Untuk itu, diharapkan adanya perhatian dan bantuan pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat turun langsung melihat kenyataan sesungguhnya, pahit getirnya yang di rasakan masyarakat terdampak bencana banjir di Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat," tutupnya.(Lesman/JS)

