LANGKAT | Jembatan menuju Kecamatan Pangkalansusu, Kabupaten Langkat ambruk diterjang banjir pascahujan deras melanda daerah itu beberapa hari yang lalu. Hingga hari ini, Minggu (30/11/2025) arus transportasi belum normal.
Meski pihak terkait telah berusaha membangun jembatan darurat dengan material kayu, namun truk angkutan barang masih terbatas yang bisa melintasi jalan tersebut.
Jembatan yang ambruk tepatnya di perbatasan Kelurahan Pangkalanbatu, Kecamatan Brandan Barat dengan Desa Payatampak, Kecamatan Pangkalansusu, Kabupaten Langkat, itu terjadi Kamis (27/11/2025) lalu.
Hujan deras sepanjang tiga hari berturut-turut mengakibatkan jembatan ambruk. Sehingga arus transportasi darat menuju kota minyak Pangkalansusu menjadi lumpuh.
Selain arus transportasi lumpuh, jembatan ambruk juga berdampak terhadap perekonomian bagi pedagang, dan masyarakat secara luas.
Belasan truk tanki LPG yang sudah melakukan pengisian dari Depot Pangkalansusu, maupun yang datang dari arah Pangkalanbrandan menuju Pangkalansusu, terpaksa parkir di pinggir jalan.
Pantauan langsung Metro Online di lapangan, truk-truk tanki yang seyogyanya tiap hari mengangkut LPG untuk memenuhi kebutuhan gas 3 kg bagi warga Sumut dan Aceh, tapi karena jembatan putus, sejumlah armada LPG terlihat mengular di Jalinsum Pangkalansusu.
Belum lagi truk angkutan barang lainnya yang seharusnya tiba di Kecamatan Pangkalansusu tepat waktu, namun para supir terpaksa memutar haluan balik ke arah P. Brandan karena jembatan putus tersebut.
Parahnya lagi, angkutan kota dan bus penumpang umum Pangkalansusu-Medan juga tidak bisa lewat, dan truk angkutan barang lainnya.
Selain itu, pasokan berbagai kebutuhan pokok dan kebutuhan masyarakat lainnya yang diangkut truk barang tidak bisa masuk ke Pangkalansusu, semua karena dampak dari jembatan ambruk.
Kamis (27/11/2025) sekira pukul 16.00 wib hanya kendaraan roda dua yang bisa melintas dari arah Pangkalanbrandan menuju Pangkalansusu, demikian juga sebaliknya.
Forkopimcam Pangkalansusu berupaya membuat titi dari material kayu (papan) agar sepedamotor bisa melintas di atas jembatan yang ambruk.
Untuk itu diminta kepada Gubernur Sumut dan Bupati Langkat untuk segera membangun jembatan yang ambruk sehingga arus transportasi bisa berjalan seperti diharapkan.
Jika tidak, maka arus lalulintas dan perekonomian di Kecamatan Pangkalansusu terancam lumpuh. Demikian komentar masyarakat di sekitar jembatan yang ambruk saat bertemu Metro Online di lapangan.
Camat Pangkalan Susu, Jamilah SSos dikonfirmasi Metro Online, Kamis (27/11/2025), melalui Sekcam, Suriadi SSos MAP mengatakan, jembatan ambruk di perbatasan Kel. Pangkalanbatu dengan Desa Payatampak itu telah dilaporkan ke Bupati Langkat.
"Dampak banjir di Kecamatan Pangkalan Susu, termasuk jembatan yang ambruk, itu telah dilaporkan ibu Camat kepada Bupati Langkat, mudah-mudahan proses pengerjaannya seperti yang diharapkan sehingga arus transportasi kembali normal seperti sediakala," ucapnya.(Lesman/MP)


