-->

Dr Harli Siregar Terima Penghargaan Tokoh Pendorong Keterbukaan Informasi Lembaga Hukum

Sebarkan:

Mantan Kapuspenkum Kejaksaan RI Dr Harli Siregar mendapatkan penghargaan sebagai Tokoh Pendorong Keterbukaan Informasi Lembaga Hukum. (mkl/pnkm)


MEDAN | Dr Harli Siregar, mantan Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan RI menerima penghargaan Detikcom Award sebagai Tokoh Pendorong Keterbukaan Informasi Lembaga Hukum.

Hal itu dibenarkan Pelaksana Harian Kepala Seksi Penerangan Hukum (Plh Kasi Penkum) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) Indra Ahmadi Hasibuan, Rabu (26/11/2025).

“Penghargaan bergengsi yang diberikan di Westin Hotel Jakarta kemarin pak Harli sebagai Kapuspenkum dinilai telah melakukan berbagai macam upaya untuk mendorong keterbukaan informasi publik di Kejaksaan RI,” katanya.

Antara lain, keberhasilan membangun tagline baru Puspenkum Kejagung yaitu lebih Modern, Humanis, Edukatif serta mudah diakses. Sekaligus mengakomodir dinamika masyarakat yang terus berkembang karena pengaruh kemajuan teknologi informasi.

Saat bertugas sebagai Kapuspenkum terus meng-update informasi penanganan perkara yang dilakukan oleh jajaran Kejaksaan, bahkan tidak jarang konferensi pers dilakukan menjelang larut malam setelah selesainya jadwal pemeriksaan tersangka.

Publik harus diberikan informasi secara realtime dan tidak boleh dibiarkan terlalu lama menunggu kabar dari Kejagung. Tak jarang jumpa pers yang cukup fenomenal dilakukan Kejagung dengan menunjukkan triliunan rupiah uang yang disita dari kasus korupsi. 

Uang tersebut disusun sedemikian rupa sehingga publik dapat melihat bagaimana besarnya nilai kerugian negara yang timbul dari kasus korupsi. 

Transparansi

Sementara Harli Siregar yang kini menjabat Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumut) mengatakan, penghargaan dimaksud merupakan wujud nyata dari prinsip transparansi dari lembaga Kejaksaan RI. 

Terkait dengan media massa, Harli menilai media massa adalah mitra strategis dalam hal publikasi pelaksanaan tugas dan fungsi Kejaksaan serta untuk membangun engagement Kejaksaan dengan publik. 

Ia juga mendukung pers sebagai pilar keempat demokrasi dalam menjalankan fungsi kontrol sosial, termasuk melakukan penilaian atas kinerja Kejaksaan melalui pemberitaan yang objektif dan kritis. 

“Pers merupakan mitra strategis Kejaksaan dalam publikasi informasi kinerja secara akurat cepat dan edukatif, sehingga masyarakat tidak dibuat bingung oleh informasi yang tidak ada nilai kebenarannya,” ujarnya.

Pers yang profesional merupakan mitra strategis dalam memerangi berkembangnya fraud informasi (misinformasi) yang dapat menyesatkan masyarakat, Karena itu Harli terus menjalin sinergi dan kerjasama dengan media massa, sambung Harli*.

Harli dikenal kalangan jurnalis sebagai sosok yang komunikatif, terbuka, dan siap kapan saja melayani permintaan wawancara, dia juga tidak segan duduk bersama jurnalis untuk memberikan penjelasan konteks kasus hukum yang ditangani Kejagung sehingga jurnalis mendapat pemahaman yang utuh dan dapat menulis berita secara lebih akurat-komprehensif.

Setelah menerima Penghargaan, Kajati Sumatera Utara ini berpesan Kepada para jaksa muda, agar mempunyai pengetahuan tentang ilmu komunikasi publik yang baik serta kemampuan dalam pengelolaan komunikasi kelembagaan. 

“Seorang jaksa juga harus memiliki attitude yang santun dalam berkomunikasi, namun harus tetap tegas,” pungkasnya. (RobS/RS)





Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini