SERDANGBEDAGAI | Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan merilis pembaruan peringatan dini cuaca ekstrem yang diprakirakan terjadi pada 22–27 November 2025 di wilayah Sumatera Utara. Peringatan tersebut disampaikan oleh Kepala BBMKG Wilayah I Medan, Hendro Nugroho, melalui dokumen resmi, Sabtu (22/11/2025).
Cuaca di Kabupaten Serdangbedagai hujan dari pagi hingga sore, Senin (24/11/2025).(mol/halasan r).
Dalam keterangan resminya, Hendro Nugroho menjelaskan kondisi cuaca ekstrem ini dipicu oleh fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) negatif yang diperkirakan masih berlangsung hingga Desember 2025. Fenomena ini meningkatkan suplai uap air ke wilayah pantai barat Sumatera Utara. Selain itu, gelombang atmosfer diketahui masih aktif, sehingga berpeluang besar memicu pembentukan awan hujan.
Selain itu BBMKG juga mendeteksi adanya sistem tekanan rendah berkekuatan 958 di sekitar Selat Malaka yang menimbulkan pertemuan dan belokan angin signifikan di wilayah Sumut.
"Situasi ini mendukung pertumbuhan awan Cumulonimbus (CB) yang berpotensi menyebabkan hujan lebat hingga sangat lebat disertai petir dan angin kencang. Tingginya tingkat kelembapan udara turut membuat atmosfer sangat basah dan memperkuat pembentukan hujan intensif di berbagai daerah," jelasnya.
Sejumlah wilayah diprakirakan terdampak hujan lebat hingga sangat lebat, meliputi Kabupaten Dairi, Pakpak Bharat, Humbang Hasundutan, Kepulauan Nias, Tapanuli Tengah, Kota Sibolga, Tapanuli Selatan, Kota Padang Sidempuan, Tapanuli Utara, Mandailing Natal, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Langkat, Kota Medan, Binjai, Deliserdang, Karo, Simalungun, Samosir, Serdangbedagai, serta Kota Tebingtinggi.
"Kondisi atmosfer yang kompleks tersebut, BBMKG Wilayah I mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, serta angin kencang yang berisiko menumbangkan pohon. Masyarakat pesisir barat Sumut juga diminta memperhatikan potensi gelombang tinggi," ungkapnya.
BMKG menegaskan cuaca bersifat dinamis sehingga masyarakat diminta terus memantau informasi terbaru. Para kepala daerah turut diminta berkoordinasi dengan BPBD, TNI, dan Polri guna meningkatkan kesiapsiagaan.
Menindaklanjuti peringatan tersebut, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serdangbedagai Abdul Rahman Purba, Senin (24/11/2025), menyampaikan kepada metro-online.co pihaknya telah menerima surat peringatan dari BMKG Sumut.
Ia menjelaskan BPBD Serdangbedagai telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait potensi cuaca ekstrem melalui media sosial resmi BPBD di Facebook dan Instagram, serta Radio Sergai FM.
“Kita saat ini sudah mensosialisasikan situasi cuaca ekstrem melalui media sosial dan radio,” ujarnya.
Menurutnya, penyampaian informasi ini sangat penting mengingat sebagian besar masyarakat Kabupaten Serdangbedagai bekerja sebagai nelayan dan petani.
Ia mengimbau para nelayan agar tidak melaut terlebih dahulu apabila angin kencang terjadi, dan para petani untuk menghindari berada di dekat pohon besar ketika beraktivitas di sawah demi menghindari risiko tertimpa pohon tumbang.
Terakhir, Kepala BPBD Serdanbedagai berharap cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan bencana ini segera berlalu tanpa menimbulkan korban, sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas normal seperti biasa.(HR/HR).
