-->
crossorigin="anonymous">

Minta Dukungan Perbaikan Jalan 4 Km Dari Desa Bukit Selamat Tembus Ke Desa Halaban Langkat

Sebarkan:

 

Kades Halaban, Kades Bukit Selamat, Ketua Abdesi Teluk Aru, Kadus dan sejumlah masyarakat sedang melakukan dialog terkait perbaikan jalan dari Desa Bukit Selamat tembus ke Dusun 19 Pasar Baru, Desa Halaban, Rabu (22/10/2025). (Foto MOL/ Lesman Simamora)



LANGKAT | Demi kepentingan masyarakat banyak, diminta kepada berbagai elemen masyarakat di Kec. Besitang agar mendukung perbaikan infrastruktur jalan sepanjang 3 Km jalan yang sudah ada, dan 850 meter pembuatan jalan baru masuk Desa Halaban.

Minta dukungan perbaikan jalan, itu meliputi Dusun 19 Pasar Baru, Dusun 16 Paluh Kompeni dan Dusun 2 Paluh Pasir, Desa Halaban, Kec. Besitang, Kab. Langkat.

Perbaikan jalan itu diharapkan mendapat dukungan penuh dari pemerintah, tokoh masyarakat, dan masyarakat umum sehingga jalan tersebut bisa dinikmati pengguna jalan, ujar Ketua Abdesi Teluk Aru, Langkat, Ilham Bakti, SH.

Selain memperlancar arus transportasi, lanjutnya, perbaikan jalan juga mendukung peningkatan ekonomi masyarakat Desa Halaban dan Desa Bukit Selamat. Sebab jalan tersebut menghubungkan kedua desa.

Kalau infrastruktur jalan bagus, tidak tertutup kemungkinan di sepanjang kawasan jalan bisa dibuka ekowisata. "Ekowisata berpeluang membuka lapangan pekerjaan dan mendapatkan rupiah bagi warga setempat."

Bukan itu saja, kata dia, pengusaha pun diharapkan akan menanam modal membuka usaha di kawasan jalan tersebut. Investor membuka usaha itu sekaligus dapat menciptakan lapangan pekerjaan khusunya bagi warga setempat.

"Intinya, kalau infrastruktur jalan sudah diperbaiki laik pakai, pejalan kaki, pengendara roda dua, bahkan mobil bisa melintasi jalan dengan aman, maka yang diuntungkan adalah masyarakat pengguna jalan itu sendiri," ujarnya.

Tidak seperti yang dihembuskan beberapa orang yang mengatakan, pembukaan jalan mangrove seluas 600 hektare (pembukaan jalan baru di atas hutan mangrove), itu salah, tapi yang benar adalah perbaikan jalan yang sudah ada (jalan bakti ABRI). Hanya 850 hektar pembukaan akses jalan baru di atas mangrove milik masyarakat yang lokasinya masuk Desa Halaban, ungkapnya.

Menurut salah satu tokoh masyarakat, Rabial, awalnya masyarakat Desa Halaban menolak pembuatan jalan sepanjang 850 meter itu karena kurangnya sosialisasi dari pihak desa kepada masyarakat.

"Masyarakat Desa belum mengetahui apakah perbaikan dan pembukaan jalan itu sudah sesuai dengan ketentuan udang-undang yang berlaku atau belum, itu yang perlu dijelaskan kepada masyarakat,"ucapnya Rabial, seraya mengatakan dirinya mendukung perbaikan jalan sepanjang 3850 meter tersebut.

Jadi perbaikan dan pembukaan jalan tersebut sama sekali tidak ada melibatkan nama Bupati Langkat, ujar Kades Halaban, Tamaruddin, S.Ag, seraya meminta agar postingan miring terhadap dirinya pribadi, itu segera dihapus, pintanya.

Setelah dilakukan pertemuan antara Kades Desa Bukit Selamat, dan Kades Halaban, tokoh masyarakat, dan masyarakat umum lainnya di Kantor Desa Halaban, Rabu (22/10/2025), diharapkan sosialisasi perbaikan akses jalan tersebut sudah tidak ada kendala lagi.

Dan diminta kepada Kades Halaban, Tamaruddin S.Ag segera mengklarifikasi tuduhan yang tidak benar itu kepada masyarakatnya, dan itu telah dilakukannya, sehingga tidak ada lagi informasi yang salah, terkait perbaikan jalan tersebut. "Kades Halaban sudah mengklarifikasi informasi yang tidak benar yang sudah sempat beredar di medsos."

"Jika ada warga atau dari kalangan lain yang ingin tahu sebenarnya perbaikan akses jalan tersebut, silahkan datang ke kantor desa, kita siap mendampingi teman- teman meninjau langsung ke lapangan," ujar Kades Bukit Selamat, Arko Rahnanda Segala.

Lebih lanjut dia mengatakan, sebaiknya informasi yang dipublikasikan merupakan fakta di lapangan, bukan opini atau laporan sepihak warga, sehingga informasi yang disebarkan mengandung kebenaran sesuai fakta lapangan, terangnya.(ls/lkt1)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini