![]() |
| Foto bersama usai kegiatan seminar di Balai Desa Huta Tinggi. (Mol/Dok Mahasiswa |
MANDAILING NATAL| Balai Desa Huta Tinggi, Kecamatan Puncak Sorik Marapi menjadi pusat perhatian ketika Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STAIN Madina menyelenggarakan kegiatan seminar edukasi bertema 'Pernikahan Dini Bukan Solusi Moderasi Beragama Untuk Harmoni'.
Acara yang digelar pada Minggu pagi (10/8/2025) itu, dihadiri berbagai pihak, termasuk Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan beberapa dosen STAIN Madina. Kemudian juga hadir Sekretaris Desa Huta Tinggi Rahmat Taufik Nasution, Hatobangon, Naposo Nauli Bulung (NNB) Desa Huta Tinggi, mahasiswa KKN Pagaran Sigala Gala, mahasiswa KKN Sibanggor Jae, serta masyarakat setempat.
Dalam seminar ini menghadirkan dua narasumber, yakni Kholidah Nur, M.A yang membawakan materi seputar pencegahan pernikahan dini, dan Dr. Marliana, M.A yang memaparkan pentingnya moderasi beragama dalam menjaga keharmonisan masyarakat.
Kedua narasumber menyampaikan materi secara interaktif, dilengkapi dengan contoh-contoh nyata dan tips praktis agar pesan yang disampaikan mudah dipahami peserta.
Ketua KKN Desa Huta Tinggi, Rizky Auliya Nasution dalam sambutannya menyampaikan bahwa tujuan utama kegiatan seminar ini untuk memberikan wawasan kepada masyarakat, khususnya generasi muda, tentang dampak negatif pernikahan dini dan pentingnya bersikap moderat dalam beragama.
"Kami ingin generasi muda di Desa Huta Tinggi memiliki masa depan yang lebih baik, terbebas dari risiko pernikahan dini, dan mampu hidup rukun di tengah keberagaman," ujar Rizky.
Dalam keterangannya yang diterima Jumat (15/8/2025), Rizky juga menyebut bahwa Dosen Pembimbing Lapangan mereka turut mengapresiasi kegiatan seminar itu. Dan mengatakan yang dilakukan ini sebagai langkah konkret mahasiswa KKN dalam mengedukasi dan memberdayakan masyarakat.
"Alhamdulillah, Dosen Pembimbing lapangan kami juga turut memberikan apresiasi dengan kegiatan seminar ini," katanya.
Ia pun mengatakan selama kegiatan seminar berlangsung banyak peserta terlihat antusias. Hal itu tampak dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi diskusi.
"Dengan terselenggaranya seminar ini, diharapkan kesadaran masyarakat Desa Huta Tinggi semakin meningkat dalam menolak pernikahan dini serta memperkuat moderasi beragama demi terciptanya lingkungan yang harmonis dan sejahtera," harap Rizky. (Rul)



