-->

Warga Miskin 10 Tahun Menderita Sakit Struke Tidak Dapat Bantuan Beras di Pangkalan Susu

Sebarkan:

 




Terlihat, Arifin hanya bisa terbaring di atas ranjang. Warga miskin lagi struk selama sepuluh tahun, namun dia tidak pernah dapat bantuan beras dari pemerintah, foto direkam, Kamis, 31/7/2025. (MOL/ Lesman Simamora)



LANGKAT | Miris! Ada warga miskin yang sudah 10 tahun menderita struk di Kel. Bukit Jengkol, Kec. Pangkalan Susu, Langkat, tidak dapat bantuan beras Badan Pangan Nasional, Kamis, 31/7/2025.


Warga miskin yang struk bernama Arifin (60), warga Lingkungan IX Kel. Bukit Jengkol ini sudah sepuluh tahun menderita struk. dan 5 tahun terakhir ini, ia hanya bisa berbaring di atas ranjang. 


Badan kurus kering, dia tidak dapat lagi turun sendiri dari ranjang, bahkan untuk BAB ke kamar mandi saja, ia harus digotong dibantu warga tetangga. Sedih dan pilu kan!


Sejak pemerintah pusat menurunkan bantuan beras kepada masyarakat, hingga saat ini, keluarga ini tidak pernah mendapat bantuan apa pun. "Ia kami tidak ada dapat bantuan beras dari pemerintah," ujar Lus, isteri, Arifin, kepada Metro Online.


Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pun sulit. Meski istrinya, Lus (57) coba terus berusaha dengan menjual jajanan anak-anak di rumahnya, ia hanya dapat keuntungan berkisar Rp 30 ribu per hari, ucapnya.


"Sementara harga kebutuhan pokok begitu mahal saat ini, bagaimana mungkin aku bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari hanya dengan penghasilan rendah seperti ini," ujarnya dengan bola mata berkaca-kaca.


Ibu rumah tangga ini sangat berharap adanya pendataan baru untuk mendapatkan bantuan beras dari pemerintah. " Saya berharap orang miskin seperti kami ini dapat bantuan dari pemerintah," ucapnya. 


Selain itu, sejumlah warga miskin yang sudah menahun janda, yang tidak dapat bantuan, diantaranya, Sapna (55) dan si adek (55) (panggilan sehari-hari), merka juga mengeluh karena tidak dapat bantuan beras dari pemerintah.


Sudah sejak lama dokumen sebagai syarat untuk mendapatkan bantuan, termasuk surat keterangan kematian suami diserahkan ke Kantor Lurah, namun sejauh ini belum juga terdaftar sebagai penerima manfaat.


"Kami adalah rakyat Indonesia, kami juga berhak hidup dan mendapatkan bantuan beras dari pemerintah, kami butuh makan, dan kebutuhan pokok yang lainnya," ujarnya, penuh harap.


Bantuan yang diberikan pemerintah, kata Sapna, harus tepat sasaran, saat ini banyak orang yang ekonominya baik-baik saja, tapi mereka menerima bantuan beras, sementara warga miskin tak dapat bantuan.


Sejumlah warga miskin mengeluh karena tak dapat bantuan beras, itu juga tidak mendapat solusi apapun dari aparatur pemerintahan desa dan kelurahan, termasuk pemerintahan kecamatan, itu juga yang membuat mereka semakin kesal dan kecewa.


Beberapa warga miskin yang datang ke Kantor Camat Pangkalan Susu, saat penyaluran beras, tapi namanya tidak ada dalam daftar penerima manfaat, mereka itu hanya bisa menatap sejumlah warga lainnya membawa pulang bantuan beras.


Plt Camat Pangkalan Susu, Suriadi S.Sos, M.AP yang dikonfirmasi Metro Online, terkait sejumlah warga miskin, termasuk ada warga miskin lagi struk selama sepuluh tahun, tapi tidak mendapat bantuan beras, "Kami hanya menyalurkan bantuan beras sesuai undangan yang diberikan dari Bulog," ucapnya.


Penerima manfaat (bantuan) Pangan Badan Nasional, itu sesuai Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), "Kami tidak berwewenang melakukan perubahan nama nama yang berhak menerima bantuan," ujarnya singkat.(ls/lkt1)
Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini