DELISERDANG | Kedatangan Gubernur Sumut Bobby Nasution mampu menyelesaikan masalah yang ditimbulkan oleh Bupati Deli Serdang pada siswa Al Washliyah di Patumbukan, Kecamatan Galang Kabupaten Deli Serdang.
Gubsu dan PW Alwashliyah Tuntaskan Polemik
Mestinya citra buruk pemerintah menyegel gedung sekolah masyarakat itu tidak perlu terjadi bila Bupati memilki kebijaksanaan dan berkeadilan dengan rakyatnya.
Polemik di lapangan menciptakan gesekan masyarakat yang tak memahami duduk masalah. Penggiringan opini untuk membangun framing menutupi kesalahan. Diharapkan peristiwa seperti ini tak terjadi lagi
Terkait masalah Siswa SMPN 2 tak memiliki Gedung Sekolah sendiri akibat kelalaian Pemkab Deli Serdang sendiri. Puluhan tahun menumpang di tanah Al Washliyah. Pembahasan Anggaran untuk pembangunan gedung baru berikut pembelian lahan sebelumnya sudah dilakukan pada kepemimpinan Bupati M Ali Yusuf Siregar dan berlanjut ke PJ Bupati Wiriya Al Rahman.
Anggaran itu sudah disetujui oleh DPRD Deli Serdang senilai Rp 7 Milyar. Namun beralih kepemimpinan anggaran untuk pembangunan Gedung SMPN 2 Galang itu menghilang hingga tak bisa direalisasikan. Malah bupati membuat kebijakan untuk menggunakan kembali gedung yang sudah ditempati oleh siswa Al Washliyah sesuai perjanjian kesepakatan dengan Pemkab Deli Serdang.
Bukan malah meneruskan rencana pembangunan gedung baru untuk siswa SMPN2 Galang yang ditumpangkan ke SMPN 1 Galang, malah menimbulkan peperangan dengan Al Washliyah. Hingga puncaknya terjadilah aksi demo besar Al Washliyah ke Kantor Bupati.
Usai demo dikira tak ada lagi kebijakan Bupati yang mengusik Al Washliyah, namun malah merencanakan untuk menyegel sekolah Al Washliyah dan mengakibatkan gejolak baru. Hingga akhirnya masalah itu bisa diselesaikan dalam waktu singkat oleh Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution.
Bobby menepis cerita aturan yang dijabarkan oleh Pemkab Deli Serdang atas melakukan penyegelan dan pelarangan pada siswa Al Washliyah untuk belajar didalam gedung maupun area tanah mereka. Karena gubernur mengutamakan pendidikan Jangan sampai dihalangi.
Akhirnya Siswa SMPN 2 dan siswa Al Washliyah kembali bisa belajar di gedung yang disegel oleh Bupati Deli Serdang itu. Dan gubernur meminta Pemkab menyediakan lahan agar Propinsi bisa bantu anggaran bangun gedung baru untuk siswa SMPN 2 Galang agar gedung lama bisa dihibahkan sepenuhnya pada Al Washliyah.
Rizal warga Galang membenarkan kalau rencana pembelian lahan untuk sekolah itu sudah ada dan lahannya juga sudah oke milik kebun Rispa sudah lama dilakukan, tapi entah mengapa angaran dibatalkan oleh Bupati dan korbannya Siswa SMPN 2 yang ditumpangkan sana sini. Malah lanjut meributi gedung yang sudah dipakai Al Washliyah.
" Kalau bupati tak sensi politik dengan Al Washliyah ini tak akan ada masalah. Dan gedung baru untuk siswa SMPN 2 itu sudah pasti selesai dari dulu. Kasian siswa SMPN 2 juga korban egoisme Bupati," ucapnya. Rabu, 16/7/2
![]() |
| Pemkab menghadap DPRD Deli Serdang |
Namun, anggaran ini kabarnya di batalkan oleh Bupati Deli Serdang sekarang. Sedangkan di saat Pemkab Deli Serdang di jabat Pj Bupati Wiriya Alrahman sudah sepakat lewat audensi Alwashliyah Deli Serdang dengan Pemkab dan kesepakatannya Pj Bupati menyarankan 2 opsi kepada BPKAD Deli Serdang, yang pertama Pemkab melelang atau membongkar bangunan milik Pemkab yang di bangun di atas tanah Alwashliyah dan kalau opsi ini yang di lakukan maka Pj Bupati ketika itu menyarankan jangan dilakukan karena dapat di pandang jelek Pemkab Deli Serdang oleh masyarakat.
"Lalu opsi yang ke dua agar di hibahkan bangunan SMPN 2 Galang itu ke Alwashliyah dan Pj Bupati sudah menyarankan untuk di hibahkan tapi belum juga di lakukan oleh Dinas BPKAD dan Pj Bupati ketika itu memerintahkan kepada BPKAD untuk menghapus asset SMPN 2 Galang dari aset Pemkab Deli Serdang karna tidak mungkin asset Deli Serdang berdiri di atas tanah orang lain tapi sampai sekarang belum juga di lakukan oleh BPKAD", terang Misnan.( GN)
"

