Pengunjung Tewas di Bandara Kualanamu, 4 Bos Perusahaan Terlapor di Bareskrim Polri

Sebarkan:

Polisi Saat Evakuasi Korban Jatuh dari Lift Bandara Kualanamu 
DELISERDANG | Kasus pengunjung tewas di Bandara Kualanamu Deliserdang karena jatuh dari atas lift lantai tiga makin memuncak dan berujung dengan dilaporkannya Empat bos atau pemimpin perusahaan terkait pengelolaan Bandara Internasional Kualanamu.

Empat orang  bos tersebut diantaranya, Muhammad Awaludin selaku Presiden Director PT Angkasa Pura II, Direktur Utama PT Angkasa Pura Solusi ( APS) yaitu MAH selaku pengelola bagian Security, PT Angkasa Pura Aviasi Ahmad Rivai selaku pihak ketiga pengelola bandara Kualanamu dan PS selaku CEO Perwakilan GMR Airport perusahaan asal India yang memiliki saham pengelolaan bandara Kualanamu sebanyak 49 persen.

Hal ini dibenarkan oleh Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan dalam siaran persnya dilansir metro-Online.co Jum at 5/5/2023.

" Benar ada empat pemimpin perusahaan yang terkait dengan pengelolaan bandara Kualanamu dilaporkan oleh pihak Korban yang kerabatnya meninggal terjatuh dari Lift di Bandara Kualanamu, LP terkait pasal 359 KUHP," ungkap Brigjen Pol Ahmad Ramadhan.

Adapun laporan yang di lakukan oleh Ahmad Faisal merupakan suami korban tewas Aisah Shinta Dewi Hasibuan telah teregister ke dalam Laporan Polisi (LP) Nomor: LP/B/81/V/2023/SPKT/BARESKRIM POLRI.

 " Laporan terkait dugaan tindak pidana kelalaian/kealpaan sehingga mengakibatkan orang meninggal dunia sebagaimana Pasal 359 KUHP yang diduga dilakukan oleh Presdir PT Angkasa Pura II, Dirut PT Angkasa Pura Solusi, Dirut PT Angkasa Pura Aviasi, dan perwakilan CEO GMR Airports," ungkap Faisal yang didampingi kuasa hukumnya dari Hotman Paris Hutapea group.

Kasus inipun semakin meruncing dan sudah lima orang petugas Bandara yang dipecat, diantara kelima orang itu ada dua pejabat Senior Maneger dibidang operasional dan teknis dalam pengoperasian Bandara Kualanamu. Sayangnya dari pihak Otoritas Bandara Wilayah II Medan selaku pengawas (Regulator) operasional Bandara Kualanmu belum ada yang diberi sangsi.

Sementara kini pihak korban telah melaporkan empat pimpinan perusahaan besar yang merupakan pengelola Bandara Internasional Kualanamu ke Bareskrim Mabes Polri.

Sebelumnya, Aisah Shinta Dewi Hasibuan (38) Warga Jalan Garuda Kelurahan Sei Sikambing Kecamatan Medan Sunggal Kota Medan datang ke bandara Kualanamu pada Senin 24/4/2022 malam sekitar jam delapan lewat, mengantar kerabatnya ke Luar Negeri, yang saat itu korban juga didampingi saudaranya. Usai mengantar mereka bermaksud pulang. Namun sampai di parkiran kendaraan, korban kembali lagi seorang diri lalu masuk kedalam lift yang menuju lantai tiga. 

Didalam lift korban sempat menelpon kerabatnya yang diparkiran tadi menyebutkan ia sepertinya terjebak didalam lift. Dan setelah itu korban putus kontak dengan kerabatnya itu.

Keluarga korban sempat mencari korban karena tidak bisa dihubungi dengan meminta bantuan petugas Avsec Bandara Kualanamu, dua petugas mendampingi mencari korban termasuk didalam lift yang sempat dibilang korban terjebak, namun korban tidak ditemukan dan hpnya tak bisa dihubungi.

Keluarga korban sempat meminta agar dilakukan pengecekan dengan CCTV bandara yang ada, namun ke inginan itu tak dipenuhi oleh petugas Avsec Bandara Kualanamu. Hingga empat hari kemudian tepatnya Kamis 27/4/2024 sore sekitar pukul 15.30 wib, petugas Avsec mencium bau bangkai menyengat disekitar lift dan setelah dilakukan pengecekan ditemukan sosok korban membusuk di lubang yang tepat dibawah lift di lantai dasar terminal penumpang Bandara Kualanamu.

Dari pengusutan ditampilkan dalam rekaman CCTV, korban terjatuh karena salah pintu keluar. Pintu terbuka yang dilalui korban saat masuk awalnya itu rupanya tidak berdasar dan membuat korban terjun bebas melalui celah sebesar 60 centimeter disamping lift.

Sekedar mengingatkan, beberapa tahun lalu juga pernah terjadi korban tewas terjatuh di celah lubang tepat disamping eskalator menuju lantai tiga terminal Chek In tiket.  Korbannya seorang balita, bocah itu lepas dari pantauan orang tuanya dan berjalan disamping eskalator, rupanya tak nyangka kalau disamping eskalator itu ada lubang 50 centimeter, hingga korban langsung terjun bebas kebawah dan meninggal dunia.

Pasca kejadian itu, pengelola bandara baru memasang pagar kaca di sekeliling area itu. Agar kejadian serupa tak terjadi dibelakang hari. Namun naasnya rupanya ada celah juga disamping lift yang merupakan fasilitas yang kerap digunakan masyarakat. Akibatnya fatal, korban terjun bebas akibat celah itu terulang kembali di Bandara Kualanamu.( Wan) 

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini