Kisah Juita Warga Sipirok yang Tegar Merawat Putranya Lahir dengan Bibir Sumbing

Sebarkan:

 

Juwita Sihombing saat memperlihatkan kartu peserta JKN-KIS


TAPANULI SELATAN| Setiap orang tua tentu mendambakan buah hati yang lahir dengan kondisi sehat dan sempurna. Namun, tidak semuanya beruntung, ada bayi yang mengalami cacat bawaan lahir seperti bibir sumbing.

Juita Sihombing, warga Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatera Utara harus tegar merawat putranya yang lahir dengan bibir sumbing. Saat masih mengandung, ia sudah diberi tahu dokter bahwa ada masalah pada calon bayinya yakni terdapat celah bibir dan langit – langit.

Beberapa jam pasca melahirkan Juita mengaku masih sulit menerima kenyataan. Namun, akhirnya ia dan suaminya bisa menerima kelahiran buah hatinya itu. Juita tidak tinggal diam, ia harus segera mencari solusi apa yang harus dilakukan untuk merawat anak berkebutuhan khususnya.

“Kami sebagai orang tua harus sabar, kemudian mencari informasi ke berbagai tempat. Kami mendatangi bidan dan Puskesmas untuk konsultasi. Semuanya memberikan jawaban yang sama, anak saya harus dioperasi,” kata Juita, Jum'at (26/11/2021).

Bibir sumbing atau celah pada celah bibir adalah kelainan bentuk yang terjadi pada mulut. Kelainan ini tak bisa dianggap sebatas masalah estetika, karena berpengaruh pada asupan nutrisi, gizi serta tumbuh kembang anak. Meskipun demikian, untuk memutuskan tindakan operasi bibir sumbing dibutuhkan serangkaian pemeriksaan terlebih dahulu.

Juita segera sadar, Ia menghadapi masalah yang pelik. Biaya operasi bibir sumbing berkisar 10 juta rupiah sampai 15 juta rupiah dan operasi celah langit - langit sekitar 20 juta rupiah sampai 30 juta rupiah. Harga tersebut belum termasuk biaya konsultasi dokter anak dan anastesi, pemeriksaan laboratorium darah, PCR, dan X-Ray.

Biaya tersebut terbilang sangat besar bagi Juita yang kesehariannya berjualan sembako di kedai kecil miliknya. Akhirnya Ia pun memutuskan untuk bersabar dan belajar bagaimana mengasuh putranya, sembari mencari cara lain.

Akhirnya Juita mulai menemukan titik terang. Dokter mengatakan bahwa kondisi putra Juita termasuk indikasi medis, sehingga dapat dijamin oleh BPJS Kesehatan. Berbekal Kartu Indonesia Sehat (KIS) putranya di rujuk ke Rumah Sakit Khusus Bedah di Accuplast di Medan untuk pemeriksaan lanjutan dan menjalani operasi.

“Operasi bibir sumbing anak saya semuanya gratis. Alhamdulillah, anak saya kini bisa enak makannya, bisa tersenyum, dan bermain bersama seperti teman – temannya. Terima kasih BPJS Kesehatan dan tenaga kesehatan yang sudah membantu keluarga kami,” ungkap Juita terharu. (Syahrul/ST)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini