Di Depan Anak dan Istri, Ketua Ormas Ranting Namukur Utara Nyaris Bunuh Mantan Ketua PUK F.SPTI - K.SPSI

Sebarkan:


BINJAI - Sekelompok preman dan juga anggota salah satu Ormas yang ada di Namukur Utara, Kecamatan Sei Bingai nekat melakukan aksi pengrusakan rumah dan nyaris membunuh mantan Ketua PUK F.SPTI - K.SPSI Namukur Utara, Yusuf Bangun.


Diceritakan korban, kejadian berawal Kamis (29/7/21) sekitar pukul 21.00 wib. Saat itu pelaku yang mengendarai mobil Toyota Avanza warna silver mendatangi rumah korban yang berada di Jalan Sei Bingai, Pasar III, Kelurahan Tanah Seribu, Kecamatan Binjai Selatan, Kota Binjai.


"Awalnya mereka datang ke rumah saya, namun saya tidak ada di rumah saat itu. Karena tidak menemukan saya, akhirnya mereka yang diduga berjumlah lebih dari 4 orang merusak kaca jendela rumah saya," ujar Yusuf, Jumat (30/7/21).


Saat rumah saya dirusak, lanjut Yusuf, dirinya sedang berada di rumah mertua yang berada di Dusun VIII, Bandar Meriah, Namukur Utara, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat.


"Saat itu saya lagi kemalangan, mertua laki-laki saya meninggal, jadi saya sementara bermalam di sana sembari menunggu acara 40 hari atas meninggalnya mertua saya," terangnya.


Namun, lanjut Yusuf, pelaku yang salah satunya ada berinisial R dan merupakan Ketua salah satu Organisasi Masyarakat (Ormas) Ranting Namukur Utara, bersama tiga rekannya, Ar, MK alias TM dan A mendatangi rumah orang tuanya.





"Saat di rumah orang tua saya, saya bertemu dengan pelaku yang berjumlah 4 orang. Pelaku R Cs langsung mengejar saya dengan membawa senjata tajam sembari mengatakan akan membunuh saya," pungkasnya.


Merasa nyawanya terancam, korban langsung menyelamatkan diri dengan cara masuk ke rumah dan mengunci pintu.


"Disaat itu pelaku berteriak dan meminta saya keluar sambil berkata " ku bunuh kau, ku bunuh kau," terang Yusuf.


Mendengar ada keributan, adik ipar Yusuf yang bernama Riza Peratama mendatangi pelaku dan meminta agar pelaku jangan buat keributan. Namun bukannya pergi, pelaku malah memukul Riza dengan kursi hingga tangannya mengalami luka dan terkilir.


"Saya bilang sama mereka, kenapa kalian ingin membunuh saya, saya tidak ada masalah sama kalian. Kemudian Rian mengatakan kalau dia tidak akan memberikan lahan pabrik Aqua kepada saya. Saya bilang kepada mereka kalau saya bukan Ketua PUK F.SPTI - K.SPSI lagi, jadi saya tidak ada urusan lagi," ujarnya.


Melihat kejadian tersebut, istri korban kemudian berteriak dan mengundang perhatian warga. Melihat banyaknya warga, akhirnya ke empat pelaku melarikan diri.


"Padahal warga dan Muspicam sudah sepakat tidak ada satu Ormas pun berdiri di kawasan tersebut. Namun R kembali membentuk Ormas. Jadi kita minta agar Ormas tersebut dibubarkan di kawasan itu," cetusnya.


Akbiat peristiwa pengrusakan dan percobaan pembunuhan tersebut, kini korban telah melaporkan hal tersebut ke Polres Binjai.


"Kami minta pihak kepolisian Polres Binjai serius menangani kasus ini dan segera menangkap R Cs sebagai otak pelaku," harapnya.


Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Binjai, AKP Yayang Rizky Pratama membenarkan laporan terkait penyerangan dan perusakan rumah yang dilaporkan Yusuf Bangun tersebut.


"Benar. (Laporannya) ada sama kita (Sat Reskrim) Polres Binjai. Saat ini masih dalam penyelidikan," ungkap perwira yang pernah menjabat Kasat Reskrim Polres Belawan tersebut. (Ril)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini