Pembangunan Proyek STAKPN Rp 30 M Terkesan Bermasalah

Sebarkan:

TAPUT |  Proyek pembangunan Sekolah Tinggi Agama Kristen (STAKPN) Silangkitang Kecamatan Sipoholon, Tapanuli Utara dinilai terkesan bermasalah, karena selama adanya pembangunan mulai tahun 2013-2014 dari APBN. Bangunan tersebut tidak pernah diperhatikan dan dibiarkan begitu saja. Bangunan dilokasi sudah rusak sarat dengan masalah.


Warga setempat bermarga Situmeang (40) dan bermarga Hutauruk (45) menjelaskan, bangunan disekolah Kampus II STAKPN berantakan serta hancur akibat tidak adanya perhatian dari kampus tersebut juga dibiarkan begitu saja, Perbaikan pembangunan jelas bermasalah.


"Pada intinya kekesalan melihat proyek karena identik atau menjurus penyebaran injil di wilayah Tapanuli, adanya dugaan penyelewengan KKN akan membuat malu masyarakat yang beragama kristen," katanya. Minggu (14/2/2021).


Lanjut dia, kebingungan melihat hasil pekerjaannya, apakah proyek tersebut sudah selesai atau tidak. 


“Saya sangat bingung sebab proyek ini sudah hampir beberapa tahun dikerjakan tapi belum selesai juga, ya seandainya bertahap apa mungkin ya pekerjaannya separah ini ?, jangankan melihat kampusnya, saya saja risih mendengar ocehan masyarakat karena kampusnya berbaur khusus kekristenan tapi pembangunannya hancur-hancuran,” katanya.


Pantauan wartawan, pembangunan proyek tersebut terlihat tidak terawat dan kumuh bahkan pembangunannya banyak yang hancur dan dikawatirkan proyek itu dikerjakan asal-asalan dan lemah pengawasan dari pihak terkait. (Alfredo/Edo)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini