-->

Arus Balik di Bandara Kualanamu, Penumpang 10.385 Orang di Masa Pandemi

Sebarkan:


DELISERDANG |
Puncak arus balik penumpang  pesawat bandara  Kualanamu Internasional Airport (KNIA) Deliserdang mencapai 10.385 penumpang dan jumlah ini menjadi yang terbanyak dalam kurun waktu beberapa bulan pasca Pandemi Covid-19.

Pelaksana tugas Manager Branch Communication Legal Bandara Kualanamu dalam keterangan persnya, Senin (02/11/2020) Paulina Simbolon menjelaskan, berdasarkan data lalu lintas pergerakan penerbangan pada H-3 hingga H-1 yang terdata, arus penumpang di Bandar Udara KNIA menunjukkan peningkatan jumlah pergerakan.

"Selama 3 hari menjelang libur panjang kami mencatat ada 7.295 penumpang pada Hari Sabtu (24/10/2020), 8.099 di Hari Minggu (25/10/2020), dan 6.992 pada Selasa, (27/10/2020). Puncak pergerakan terjadi pada Rabu (28/10/2020) dari sejumlah 9.891 penumpang," ujar Paulina Simbolon.

Paulina mengatakan, jika dibandingkan dengan minggu  - minggu sebelumnya pada jumlah hari yang sama, biasanya bandara KNIA datang dan pergi perharinya 5000 s.d 6000 penumpang, maka terjadi peningkatan dari penumpang.

"Dan saat ini jika di rata-rata minggu ini kami melayani 8 ribu penumpang per hari, sementara pada minggu lalu kami melayani 5 ribu penumpang," ungkapnya.

Jumlah penumpang puncak arus balik
di KNIA, mengatakan jumlah penumpang di Bandara Kualanamu Internasional pada hari Minggu (01/11/2020) mencapai sekitar 10.385 orang.

Disebutkannya, melihat data yang diterima dari maskapai, jumlah penumpang pada puncak arus balik hari ini di Bandara KNIA 10.385 orang, yang merupakan jumlah penumpang tertinggi di tengah pandemi ini. Sementara itu, pergerakan pesawat kami mencapai 96 penerbangan.

“Kami berharap tren ini dapat terjaga, dan yang paling penting adalah agar Bandar Udara Internasional Kualanamu PT Angkasa Pura II dan seluruh stakeholder dapat dengan konsisten menerapkan protokol kesehatan melalui konsep Biosafety dan Biosecurity Management,” ujar Paulina Simbolon. 

Sehingga konektivitas udara tetap terjaga dan sektor penerbangan dapat berkontribusi optimal terhadap program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Adapun tingkat ketepatan waktu (on time performance/OTP) penerbangan di Bandara KNIA mencapai hampir 80%.

Diperkirakan Paulina, selain faktor cuti bersama, peningkatan jumlah penumpang juga disebabkan oleh stimulus yang diberikan pemerintah untuk tarif Pelayanan Jasa Penumpang Peawat Udara (PJP2U) atau Passenger Service Charge (PSC).

"Saat ini Bandar Udara Internasional Kualanamu namun rute terbanyak yang kami layani yaitu Jakarta mendapatkan stimulus sehingga cukup memberikan dampak peningkatan jumlah penumpang dari dan menuju Medan," kata Paulina.

Untuk diketahui Airlines di Bandar Udara KNIA yang saat ini masih beroprasi yaitu Lion Air, Batik Air, Wings Air, Garuda Indonesia, Citilink, Sriwijaya Air, Air Asia, Susi Air dan beberapa penerbangan charter, sedangkan rute tujuan saat ini masih didominasi penumpang rute Jakarta.(wan)
Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini