-->

Demo Kantor Walikota Padangsidimpuan, Warga Minta Kepling V Rambin Segera Dicopot

Sebarkan:
PADANGSIDIMPUAN| Warga Kelurahan Rambin Kampung Marancar (Bincar), Kecamatan Padangsidimpuan Utara yang terdiri dari kaum Bapak - bapak dan Emak - emak menggelar aksi unjuk rasa atau demo didepan Kantor Walikota Padangsidimpuan, Selasa (18/08/2020) siang sekitar pukul 11.00 Wib.

Aksi unjuk rasa warga Bincar ini dilakukan secara spontan dan menyampaikan tuntutan agar kepala lingkungan (Kepling) V (lima) Rambin, Ilham Irson Harahap agar segera dicopot dari jabatannya.

Pasalnya kata massa pengunjuk rasa, Kepling Ilham Irson dinilai tidak lagi sejalan dengan apa yang diharapkan warga lingkungan V (lima) Rambin. Karena menurut mereka, Selama Ilham Irson menjabat kepling sering melakukan pungli kepada warganya tanpa ada musyawarah terlebih dahulu serta dinilai berlaku arogan dan sesuka hati terhadap warga.

"Kami warga lingkungan lima Rambin meminta agar kepling segera di copot dari jabatannya, Karena sudah semena - mena kepada warga, turunkan kepling..!! kami ini negara demokrasi tapi kami seperti tinggal di lingkungan kerajaan," Teriak massa pengunjuk rasa.

Tidak itu saja, Jabatan sebagai kepling di lingkungan V Rambin sudah hampir 40 tahun di pegang oleh keluarga Ilham Irson secara turun temurun. Hal inilah yang membuat warga merasa seperti tinggal dilingkungan kerajaan.

Salahsatu pengunjuk rasa AA Siregar saat dijumpai metro-online mengatakan, Bahwa saat pemilihan Kepling di Lingkungan V tidak pernah melibatkan warga, Khususnya saat musyawarah pemilihan Kepling.

Kemudian kata AA, Kepling V Ilham Irson juga kerap kali melakukan pungutan liar (pungli) kepada warga. Salahsatunya kata dia, Kepling Ilham memungut iuran penggunaan sumur bor yang bersumber dari dana Kotaku sebesar Rp. 20.000 (Duapuluh ribu) per rumah tangga tanpa melakukan musyawarah terlebih dahulu dengan warga.

Disamping itu kata AA, Kepling Ilham Irson juga kerap melakukan pungutan kepada warga lingkungan V Bincar dalam hal pengurusan sertifikat tanah sebesar Rp.250.000. (Duaraus limapuluh ribu).

Mirisnya lagi, Kepling Ilham juga diduga tekah melakukan kutipan dana BLT Covid-19 dengan modus melakukan pemotongan setiap pencairan.

Untuk diketahui, Sebelumnya tuntutan ini juga sudah sering disampaikan warganya kepada pihak Kelurahan maupun pihak Kecamatan, Bahkan hingga ketingkat DPRD. Namun hasilnya nihil dan tidak ada respon, begitu juga dengan sikap Kepling Ilham yang tidak pernah hadir jika dilakukan mediasi.

Selain itu, Warga juga menduga bahwa Lurah Kelurahan Bincar, Tahtim Siregar ikut bekerjasama dengan Kepling dan dinilai tidak berpihak kepada warga.

"Kami juga meminta agar Lurah Tahtim Siregar mundur dari jabatannya..!!, Apabila Ilham Irson masih menjabat sebagai kepling V Rambin. Karena kami menduga lurah dan kepling ini bekerjasama dalam melakukan korupsi, kolusi dan nepotisme," Teriak massa pengunjuk rasa.

Disamping itu, Massa juga meminta agar Peraturan Walikota (Perwal) nomor 20 tahun 2019 ditegakkan.

"Copot kepling 5 Rambin Ilham Irson dari jabatannya...!!," teriak massa lagi.

Tidak lama kemudian, Kabag Tata Pemerintahan (Tapem) Kota Padangsidimpuan, Roy Siagian dan Camat Padangsidimpuan Utara, Zulkifli Lubis datang menjumpai massa pengunjuk rasa.

Pantauan metro-online dilapangan, Kabag Tapem dan Camat Padangsidimpuan Utara melakukan komunikasi terbuka. Dalam pembicaraan tersebut massa tetap menuntut agar Kepling V Rambin di copot dari jabatannya dan meminta agar mengusut dugaan penyelewengan dana BLT Covid-19 serta dana pembangunan Kota ku di Kelurahan Bincar.

"Bapak - bapak dan ibu - ibu saya harapkan tenang dulu, Semua tuntutannya akan kami sampaikan. Tetapi berikan kami waktu agar yang bersangkutan kami panggil dulu untuk menyelesaikan masalah ini," Ucap Kabag Tapem Roy Siagian.

Setetelah mendapatkan jawaban tersebut, massa selanjutnya membubarkan diri. Namun saat membubarkan diri, Massa  terdengar mengatakan akan kembali melakukan aksi unjuk rasa jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.(Syahrul/Ginda).
Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini