Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Kasatpol PP Jelaskan Monitoring Kegiatan Oknum DPRDSU di Taput

Tim Redaksi: Rabu, 13 Mei 2020 | 12:44 WIB

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Rudi Sitorus

TAPUT | Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) Rudi Sitorus menjelaskan seputar kegiatan DPRDSU Jonius Taripar Hutabarat di Tarutung.

Rudi mengatakan, pihaknya turun atas perintah Satuan Gugus Tugas Covid-19 akibat adanya informasi aktivitas dilakukan anggota DPRDSU di salah satu Desa Hutabarat. Selasa (12/5/2020) kemarin.

" Kita diperintahkan turun memantau aktivitas yang dilakukan salah satu anggota DPRDSU, dan memang saat anggota turun ada kegiatan yang disebut Reses," ungkap Rudi Sitorus, Rabu (13/5/2020) di Kantornya.

Faktanya anggota DPRDSU tersebut turun ke tengah-tengah masyarakat dan ada memberikan bantuan maupun masker.

" Kita sangat mengapresiasi bila ada bantuan ke warga dan tidak ada larangan. Namun satu hal yang pasti tetap harus ada informasi maupun pemberitahuan ke Gugus Tugas Covid-19, dan beliau tidak ada melaporkan akan ada kegiatannya ke Gugus," ungkap anggota Satuan Gugus Tugas tersebut.

Memang benar pejabat diperbolehkan turun kedaerah ditengah Pandemi Covid-19, namun tetap harus mengindahkan aturan yang dibuat pemerintah setempat seperti mematuhi protokol kesehatan, kordinasi dengan Gugus Tugas Pemkab, melapor ke pemerintah setempat, memeriksakan kesehatan ke medis setempat, dan apalagi dari zona merah wajib isolasi mandiri 14 hari.

" Apalagi Saya tanyakan ke Gugus Tugas Pemkab, Beliau tidak konfirmasi melalui surat resmi. Makanya kita kawal kegiatannya, dan tidak ada pembubaran disana hanya menjaga mereka patuh protokol kesehatan," tegasnya.

Budiarjo Nainggolan Kabid Trantibum yang turun langsung memonitoring kegiatan oknum DPRDSU di Dusun Siparini Desa Sosunggulon Hutabarat menceritakan pihaknya turun monitoring atas perintah Gugus Tugas.

Saat tiba dilokasi mereka ada menemukan dua mobil dan disana ada anggota DPRDSU Jonius Taripar Hutabarat bersama timnya sedang melakukan kegiatan.

" Jadi kita hanya memantau sehingga protokol kesehatan tidak ada yang dilanggar, namun Beliau tersinggung dan sedikit emosi seraya menunjukkan surat tugasnya," ungkapnya.

Budiarjo mengatakan pihaknya tidak pernah meminta surat tugas anggota Dewan tersebut bahkan hanya melakukan pengawalan agar tetap kondusif.

" Mungkin Beliau tersinggung, itu haknya, dan kita hanya menjalankan tugas ditengah Pandemi Covid-19," jelasnya.

Senada dikatakan Maradu Sitompul Kabid Penegakan Perda yang membenarkan pihaknya hanya monitoring dan melakukan pengawalan.

" Kita hanya mengecek fakta ada tidak kegiatan disana atas perintah Gugus Tugas, makanya kita turun dan ternyata benar. Dan kita tidak tahu kenapa Beliau terkesan tidak senang dan tersinggung," katanya.

Maradu menegaskan pihaknya tidak pernah ada meminta Surat tugas, ataupun membubarkan kegiatan tersebut.

" Justru Beliau menyodorkan Surat Tugasnya tanpa kita minta, dan tugas kami hanya sebatas memantau kegiatan tersebut tetap menerapkan protokol kesehatan," pungkasnya. (Alfredo)

Baca Juga

Komentar

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html