Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Pandemi Covid-19, Mangapul Purba: Jangan Lupakan Nasib Petani

Tim Redaksi: Rabu, 15 April 2020 | 21:08 WIB

Ketua Fraksi PDIP DPRD Sumut Mangapul Purba
MEDAN - Ketua Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) DPRD Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Mangapul Purba meminta pemerintah memberikan proteksi kepada petani khususnya petani Holtikultura yang terdampak Virus Corona (Covid-19).

Hal itu diungkapkan Mangapul karena menurut pengamatan Fraksi PDIP selama pandemi berlangsung ini, pemerintah pusat maupun daerah hanya fokus memperhatikan UKMK, Ojol, kesejahteraan para PNS dan pelayanan.

"Nasib para petani ini seperti terlupakan," ujar Mangapul kepada Metro Online, Rabu (15/4/2020).

Menurutnya, petani adalah orang-orang kuat yang memiliki kemampuan bertahan hidup serta tidak pernah cengeng kepada pemerintah.

Untuk itu, Mangapul meminta perhatian khusus dari pemerintah agar memperhatikan nasib para petani, karena dalam diam mereka sudah sangat menderita merasakan dampak Covid 19.

"Oleh karena itu, kita meminta kepada, Presiden/Mentan, Pemprov, Pemkab termasuk kepada Gugus Tugas Covid-19 agar memberikan perhatian khusus kepada seluruh petani di Sumut, demi kelangsungan hidup mereka," ungkapnya.

Dalam masa pandemi Covid-19, petani Holtikultura merasakan dampak yang luar biasa dengan menurunnya penghasilan yang dikarenakan oleh komoditas hasil pertanian tidak laku, karena permintaan pasar menurun drastis.

Karena para pedagang dari kota terhalang datang membeli komoditi pertanian yang umumnya terletak di wilayah pedesaan.

"Kita juga menerima laporan banyak petani yang terjebak dalam meminjam modal ke penyedia alat pertanian. Dengan menurunnya penjualan, maka petani tidak bisa berbuat banyak lagi selain meratapi nasib," ucap Mangapul.

Meski demikian, lanjut Mangapul, bagi petani kegiatan harus dilanjutkan dengan melakukan upaya sekecil apapun demi mempertahankan hidup.

"Sayangnya sampai hari ini, pemeritah seolah memperlakukan petani dan buruh tani sebagai anak tiri di negeri ini. Kita prihatin bahwa negara agraris seperti kita ini, tidak pernah mendengar dan membantu nasib para petani yang merupakan tulang punggung kehidupan bangsa," pungkasnya. (Sdy)

Baca Juga

Komentar

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html