Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Diburon 16 Bulan, Eksekutor Pembunuh Guru di Langkat Ditembak Mati

Tim Redaksi: Selasa, 25 Februari 2020 | 15:38 WIB

DITEMBAK:Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jhonny Edison Isir didampingi Kasat Reskrim AKBP Maringan Simanjuntak dan Kanit Pidum Iptu Said Hussein saat paparan pengungkapan kasus tertangkapnya pelaku pembunuhan guru di Langkat. 

MEDAN-Tim Tekab Unit Pidum Satreskrim Polrestabes Medan kembali menangkap tersangka kasus pembunuhan guru agama SDN bernama Muhammad Yusuf, 34, di Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara yang terjadi pada Jumat (14/9/2018) sekira pukul 09.00 Wib.

Mayat korban ditemukan di ladang buah asam Jalan Jamin Ginting Dusun I Desa Sibolangit, Kab. Deliserdang, Sumatera Utara.

Tersangka Ganda Winata alias Gandrung yang merupakan eksekutor pembunuhan tersebut terpaksa ditembak mati karena melawan petugas.

"Ganda Winata alias Gandrung ini merupakan eksekutor pembunuhan terhadap korban. Saat mau ditangkap pada 23 Februari 2020 di Pelalawan Riau tersangka melawan petugas sehingga diberi tindakan tegas," ujar Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jhonny Edison Isir didampingi Kasat Reskrim AKBP Maringan Simanjuntak dan Kanit Pidum Iptu Said Hussein di RS Bhayangkara Medan, Selasa (25/2/2020).

Tersangka yang ditembak. 

Sebelumnya polisi sudah menangkap pelaku lainnya yakni istri korban sendiri Chory Kumulia Dewi alias Dewi, 25, warga Dusun XI Desa Ara Condong Kecamatan Stabat.

Motif tersangka membunuh suaminya hanya karena kesal tiap bulan dikasih uang belanja sebesar Rp 100 hingga Rp 200 ribu. Si korban dianggap tidak memperhatikan istrinya memberikan uang belanja seratus hingga dua ratus ribu sebulan.

Istri pelaku kesal minta cerai tapi tidak ditanggapi dan mengadu ke teman prianya. Dia menjelaskan, begitu mendengar keluhan tersangka Chory, Ganda Winata memberi saran untuk menghabisi nyawa korban. 

Selanjutnya, Kamis (13/9/2018) malam, sang istri mengajak korban ke Aceh berpura-pura menghadiri pesta perkawinan di sana. Mereka merental mobil Toyota Ayla, tersangka Ganda menjadi sopir sedangkan korban dan istrinya di kursi penumpang. 

Sesampainya di kawasan Bahorok, korban yang tengah tertidur pulas di dalam mobil langsung dicekik hingga meninggal. Selanjutnya dibuang di kawasan Sibolangit. (ka)

Baca Juga

Komentar

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html