Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Perkuat Fungsi Pengawasan, Bawaslu Pakpak Bharat Akan Bentuk Relawan Intelijen

Tim Redaksi: Jumat, 20 Desember 2019 | 11:05 WIB

PAKPAK BHARAT - Dalam rangka memperkuat fungsi Pengawasan dan Pencegahan, Bawaslu Kabupaten Pakpak Bharat melalui Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga (PHL), akan meluncurkan sistem pengumpulan data dan informasi melalui Relawan Intelijen Pengawas Pemilu Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara.

"Kita usahakan bisa terekrut sebelum dimulainya masa kampanye atau setelah dilantiknya Anggota Panwas Kecamatan Se-Kabupaten Pakpak Bharat yang baru saja diumumkan," ujar Saut Boangmanalu, STh, MM Komisioner Bawaslu Kabupaten Pakpak Bharat Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga (Koordiv PHL) di Salak, Jumat (20/12/2019).

Lebih jauh diterangkan Saut, bahwa saat ini pihaknya sedang melakukan kajian skema kerja dan ruang formil dalam Rencana Kerja Bawaslu Kabupaten Pakpak Bharat.

"Nomenklatur seperti ini kan masih agak asing bagi sebahagian kita, sehingga perlu dipikirkan soal-soal dasar dan statusnya. Akan tetapi bukan berarti kita hanya terpacu pada hal-hal administrasi saja, dalam program nasional pengawasan partisipatif sesungguhnya ruang ini sudah ada. Nah, melalui ruang tertutup ini kita akan mengumpulkan data dan informasi dalam rangka membaca potensi pergerakan politik uang (money politic), potensi masalah dalam tahapan-tahapan yang utamanya adalah pencegahan," lanjut Saut.

Secara teknis, Relawan Intelijen Pengawas Pemilu ini akan dibekali dengan pengetahuan pengumpulan data dan informasi serta penyusunan sistematika laporan singkat.

"Skema kerjanya para relawan ini berada dilapangan berbaur dengan masyarakat umum, secara silent mereka ini akan menjadi mata dan telinga Bawaslu yang secara cepat dapat terkoneksi dengan petugas khusus di Bawaslu nantinya," tutur alumni GMNI itu.

Ia berharap pasca terbentuknya Panwascam sudah bisa merampungkan skema kerja dan personil Relawan Pengawas Pemilu.

"Insya Allah dengan dukungan kita semua, program ini bisa segera berjalan dan ruang partisipasi publik bisa terbuka seluas-luasnya untuk turut serta berperan aktif dan inisiatif dalam mengawasi Pilkada nanti. Kata kuncinya, Relawan Intelijen Pemilu ini adalah ruang bagi siapapun yang mau serta melakukan pengawasan namun terkendala status latar belakang dan disini kita bekerja secara tertutup. Namun demikian kita tetap dengan memperhatikan aturan hukum dan perundang-undangan yang mengatur terkait Informasi dan teknologi tentunya," pungkasnya. (SM)

Baca Juga

Komentar

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html