Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Gelar Reses, Anggota DPRD Sumut Rudi Alfahri Serap Aspirasi Masyarakat

Tim Redaksi: Sabtu, 14 Desember 2019 | 18:20 WIB

LANGKAT - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Utara Rudi Alfahri Rangkuti menggelar reses Tahap I tahun 2019-2020, Sabtu (14/12/2019).

Anggota Komisi A DPRD Sumut ini melakukan reses di Desa Dogang Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, yang dihadiri ratusan masyarakat dan Kades Dogang Zainal Arifin.

Reses yang dilakukan berjalan interaktif dan dialogis, sejumlah masyarakat yang hadir terlihat bersemangat dalam menyampaikan aspirasi, keluhan dan persoalan yang dialami kepada Rudi Alfahri Rangkuti.

Berbagai aspirasi mengemuka disampaikan masyarakat kepada Rudi Alfahri Rangkuti diantaranya meminta pembangunan tanggul, pembangunan jembatan dan rumah ibadah.

Usai reses, Rudi didampingi Kades Dogang Zainal Arifin langsung merespon keluhan masyarakat dengan meninjau langusng jembatan dan bantaran paluh laut yang abrasi.

Rudi mengatakan, reses merupakan kegiatan yang cukup strategis bagi anggota dewan. Sebab, melalui kegiatan ini para wakil rakyat tersebut dapat bertemu langsung dan mendengar aspirasi masyarakat.

"Apa yang disampaikan masyarakat akan saya perjuangan di DPRD Sumut nanti. Terutama pembangunan jembatan yang kita tinjau tadi sudah sangat tidak layak kita akan usulkan di Provinsi agar segera dibuatkan jembatan permanen," katanya.

Politisi Partai Amanat Nasional ini meminta kepala desa mengawal usulan usulan masing-masing masyarakat kemudian dibahas pada Musrenbang tingkat desa hingga kecamatan dan tingkat kabupaten.

"Semua usulan ini akan kami kawal dan mudah-mudahan bisa terakomodir semuanya, kalaupun tidak bisa semuanya satu atau dua masukan bisalah kita realisasikan," tegasnya.

Kades Dogang Zainal Arifin mengatakan jembatan gantung yang diminta masyarakat agar dibangun pemanenan sepanjang 120 meter dengan lebar 1 meter hanya bisa dilintasi pengendara sepeda motor.

"Baru-baru ini jembatan ambles, 11 sepeda motor masuk ke dalam sungai, ada juga yang meninggal 1 orang," katanya.

Jembatan gantung yang menghubungkan dua desa yakni Desa Dogang dan Kelurahan Pekan Gebang dibangun sejak tahun 1975 dan sudah 3 kali dilakukan perehapan.

"Makanya masyarakat meminta pembangunan jembatan agar segera dilakukan pembangunan secara permanen," pintanya. (Ismail)

Baca Juga

Komentar

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html