Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Tak Terima Dinasehati, Kemenakan Tikam Paman Hingga Tewas

Tim Redaksi: Sabtu, 30 November 2019 | 13:36 WIB

MEDAN-Nasib Ahmad Darabi (49), warga Jalan Sekip, Gg Saga, Medan sangat tragis. Hanya karena menasehati kemenakan, nyawanya jadi taruhan. Kejadian tragis ini terjadi pada Jumat (29/11/2019) sekira pukul 21.30 Wib.

Informasi diperoleh, korban ayah dua anak ini ditelpon kakaknya Erlina yang tak lain ibu kandung dari pelaku Firman (36) untuk datang ke rumahnya Jalan M Yakub, Gang Tinik, Kec Medan Perjuangan.

Pasalnya, Firman yang sebelumnya tinggal di Pasaman bersama istrinya telah memaki makinya dikarenakan memaksa meminta uang.

Selanjutnya, Ahmad dan istrinya Ana yang baru saja menghadiri tahlilan meninggalnya anak sepupunya di Helvetia, langsung mengunjungi rumah pusaka orang tua yang ditempati Erlina dan keluarganya itu.

Saat masuk ke rumah, hanya Firman yang ada dan duduk di ruang tamu. Sedangkan Ana dan keluarga lainnya duduk di warung luar rumah, tak jauh dari rumah itu. Ahmad lalu menasehati tersangka, namun tersangka tak terima sehingga terjadi keributan.

Selang beberapa waktu, Firman keluar dari rumah itu dalam keadaan tergesa gesa. "Udah kubunuh si Ahmad", ujar Firman kepada Ana yang berada di luar rumah.

 Merasa curiga dengan ungkapan Firman, Ana langsung pulang ke rumah dan melihat Ahmad telah terkapar di lantai rumah bersimbuh darah dengan bekas tusukan pisau pada dada kanannya.

Korban yang terluka segera dibawa ke Klinik Wahyu Jalan Serdang dan kemudian dilarikan ke RS Pirngadi Medan.

"Ahmad meninggal dunia dan polisi yang mengetahui hal itu langsung membawa jasad Ahmad ke RS Bhayangkara Medan, "kata Hamida, kakak Ahmad.

Menurut Hamidah, selama ini pelaku memang kerab memaki-maki ibu kandungnya jika tidak diberi uang.

"Kalau tidak dikasih uang beli rokok aja, si Firman itu maki maki ibunya dan warga sini memang sudah resah dengan tingkahnya, " tambah Hamidah.

Rencananya korban akan dikebumikan di Perkuburan Muslim belakang Mesjid Perjuangan 45 Jalan Prof HM Yamin.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Eko Hartonto, Sik mengatakan bahwa pelaku belum tertangkap. "Sabar ya, biar kita tangkap pelakunya dulu," ungkapnya. (ka)

Baca Juga

Komentar

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html