Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Ratusan Warga Hentikan Galian C Sungai Batang Toru

Tim Redaksi: Rabu, 09 Oktober 2019 | 19:46 WIB

Ratusan warga Empat Desa di Pangaloan mendesak Pemkab Taput menghentikan penambangan Galian C di Sungai Batang Toru.
TAPUT | Sebanyak ratusan warga terdiri dari penduduk empat desa di Pangaloan yakni Siopat Bahal, Sitoluoppu, Pardomuan Nainggolan dan Pardamean Nainggolan menolak sekaligus menghentikan Galian C sepanjang Sungai Batang Toru.

Aksi massa masyarakat yang turun ke lokasi penambangan Galian C Dusun Partobuan Desa Siopat Bahal, membawa spanduk meminta Pemkab Taput mendesak penghentian pengambilan batu dan pasir yang dilakukan CV Tunas Pahae Nauli, Rabu (9/10/2019).

Tampak dua buah alat berat sedang beraktivitas mengembalikan batu dan pasir yang telah dieksploitasi sebelumnya atas desakan pendemo.

Sakkan Sitompul selaku kordinator aksi mewakili masyarakat sangat keberatan atas aktivitas penambangan batu dan pasir.

"Lahan kami sangat terdampak akibat penambangan galian C, bahkan puluhan hektar areal persawahan maupun perkebunan masyarakat dihantam derasnya arus Sungai Batang Toru ," tegasnya.

Sebut Sakkan, pemukiman warga yang berada diatas Sungai Batang Toru mulai tergadrasi dan dikhawatirkan longsor.

"Kami minta Pemkab Taput menurunkan Satpol PP menghentikan penambangan yang sangat merusak lingkungan," pintanya.

Sementara itu Kades Siopat Bahal Burju Sitompul yang tampak hadir membenarkan pihaknya dan warga pernah menandatangani keberatan atas aktivitas penambangan tersebut.

"Kami sudah pernah beberapa kali mengajukan keberatan bahkan mengumpulkan tanda tangan warga. Kami minta Pemkab Taput turun tangan untuk mengatasi kerusakan lingkungan akibat penambangan sungai Batang Toru," tegasnya.

Sementara itu Kapolsek Pahae Jae AKP Ramot Nababan mengatakan pihaknya sebatas hanya pengamanan dan untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.

"Sepertinya tindakan spontanitas dan memang aktivitas penambangan galian C apapun itu pasti berdampak kepada lingkungan," katanya.

Ramot mengatakan pihaknya akan coba mencari solusi antara kedua belah pihak," Kita harap tidak ada tindakan anarkis nantinya," harapnya.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Rudi Sitorus saat dikonfirmasi via selular membenarkan pihaknya pernah menerima keberatan warga Siopat Bahal.

" Kemarin kami turun tidak ada aktivitas, kita akan coba turun kembali kelokasi yang dikeluhkan masyarakat," katanya.

Sementara itu, pengusaha penambangan galian C yang disebut sebut milik Supratman Sitompul hingga berita ini diturunkan belum berhasil dikomfirmasi. (AS)

Baca Juga

Komentar

0 komentar:

Posting Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html