Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Lima Desa di Sosa Potensial Program Cetak Sawah Baru

Tim Redaksi: Kamis, 13 Juni 2019 | 19:55 WIB

Direktur Palas Center, Ahmad Kamil Lubis
PALAS|Sejumlah titik areal pertanian tanaman pangan yang tersebar di lima desa, yakni Desa Janji Raja, Rao-rao Dolok, Parau Sorat, Aer Bale dan Desa Tanjung Bale, Kecamatan Sosa Kabupaten Padang Lawas (Palas), dinilai merupakan areal pertanian yang potensial untuk dibuat kegiatan cetak sawah baru.

Pernyataan ini disampaikan oleh Direktur Palas Center, Ahmad Kamil Lubis kepada wartawan, Kamis (13/06/2019), menyikapi kondisi areal pertanian padi sawah yang kian berkurang di daerah Kecamatan Sosa, karena oleh petani di daerah ini dikonversikan ke pertanaman kelapa sawit dan karet.

"Secara pribadi, saya melihat program cetak sawah baru untuk daerah-daerah, yang diprogramkan oleh Presiden Jokowi saat ini, cukup baik dan ini saya lihat potensinya ada di lima desa tersebut," ujar putera Desa Rao-rao Dolok ini.

Disebutkan aktivis sosial kemasyarakatan ini, seingatnya dulu, sekitar tahun 1980-an ke bawah, di lima desa ini ada sekitar 1.000-an hektare areal persawahan, yang sering di sebut warga masyarakat di sini saba, yang sangat potensial.

"Yaitu, Saba Danau Hiding, Saba Galuma, Saba Langlung, Saba Daufa, Saba Lobu dan Saba Suro, yang kini sudah didominasi berubah menjadi tanaman kelapa sawit, karet dan tanaman pertanian lainnya," ujarnya.

Menurut Kamil, ide besar dari Program Jokowi, yang dituangkan dalam Permentan RI tentang pembangunan cetak sawah baru sarana dan prasarana ini, seyogyanya bisa disikapi secara serius oleh pemerintah daerah, dalam upaya daerah mewujudkan ketahanan pangan di daerah.

"Konsep awalnya adalah, pemerintah harus terlebih dahulu membangun saluran daerah irigasinya, di bekas lokasi-lokasi areal persawahan di masa lalu, tujuannya untuk merangsang petani bersemangat bertanam padi sawah," ujarnya.

"Gak mungkin kita suruh petani sawit, petani karet dan pertanian lainnya, kita suruh menumbang tanaman pertanian yang kini ada untuk diganti tanaman padi sawah, sementara sarana irigasinya belum dibangun. Tentu tidak akan ada petani yang bersedia," terangnya.

Ditegaskan Kamil, pertanian persawahan ini, selain untuk mendukung terwujudnya swasembada pangan di daerah Palas, juga dinilai signifikan meningkatkan perekonomian warga masyarakat di tengah belum pastinya harga komiditas sawit dan karet di daerah ini, katanya. (pls-1)


Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html