Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Tiket Mahal, 2019 Tahun Yang Berat Bagi Pengelola Bandara Kualanamu

Tim Redaksi: Minggu, 14 April 2019 | 11:36 WIB


Kualanamu - Harga tiket pesawat mahal menjadi penyebab menurunnya jumlah penumpang pesawat di bandara Internasional Kualanamu, Deliserdang dan hal ini tentunya sangat mempengaruhi penghasilan pengelola bandara tersebut yaitu PT Angkasa Pura II.

Sejumlah rencana pengembangan pembangunan Airport City yang rencananya mulai dikerjakan pada tahun ini tampaknya melorot dari perencanaan, beberapa hal diantaranya perluasan terminal penumpang bandara meliputi area check in tiket.

Target penumpang pada tahun 2018 lalu mencapai 11 juta penumpang dan tahun 2019 ini dirasa akan sangat berat menyamai jumlah penumpang tahun sebelumnya, rata-rata jumlah penumpang yang biasanya 27 ribuan perhari kini hanya 20 ribuan per hari dan situasi ini sudah berlangsung sejak awal tahun 2019 kemarin.

Maneger Humas Bandara Kualanamu Wisnu Budi Setianto saat dimintai tanggapan terkait dengan hal ini, Minggu (14/04/19) mengatakan, meski jumlah penumpang pesawat terbang di bandara Kualanamu mengalami penurunan drastis, namun untuk program-program pengembangan yang sudah ditetapkan oleh perusahaan tidak akan berpengaruh, memang bisa saja terjadi pengunduran pengerjaan dikarenakan faktor lain.

" Proyeksi pengembangan dan perluasan Terminal Bandara Internasional Kualanamu, merupakan program kerja Manajemen Kantor Pusat PT Angkasa Pura II ( Persero ), sejauh ini kami belum mendapatkan informasi kapan pelaksanaan perluasan dimaksud dilaksanakan, dan menurut hemat kami bahwa program perluasan tersebut sudah lama di canangkan sehingga tidak berhubungan langsung dengan kondisi pendapatan AP2, namun lebih kepada perubahan waktu pelaksanaannya saja," pungkasnya.

Sementara itu untuk pantauan arus penumpang pesawat terbang dibandara Kualanamu hari ini terpantau ramai lancar ,cuaca disekitar bandara juga panas terik .( Wan). 

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html