Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Pengamanan Kebun TGPM PTPN II Nyaris Bentrok Dengan Penggarap di Kualanamu

Tim Redaksi: Jumat, 15 Maret 2019 | 16:12 WIB



Suasana di lokasi kejadian


BERINGIN | Nyaris terjadi bentrokan fisik antara puluhan masa dan pekerja penggarap lahan HGU PTPN II Afdeling VII, Kebun Tanjung Garbus yang terletak di Jln Pasar V, Desa Emplasmen Kualanamu, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang, Jumat (15/03/2019) siang.

Informasi dihimpun, Kepala Papam PTPN II Tanjung Morawa Kapten Inf Komander Manik memerintahkan sebanyak 30 orang security PTPN II Kebun Tanjung untuk ke lokasi dan menghentikan kegiatan pihak penggarap yang melakukan pemagaran. Adapun penggarap H. Anen alias Zulkarnaen yang berlamat di Jln. Kasuari Medan Agustami Nasution yang mengaku (Ahli waris dari Rusli Nasution ) dan Rahmat sebagai (Korlap) garapan.

Pukul 09.00 WIB, Papam PTPN II Kapten Inf. Komander Manik tiba di lokasi dan menyampaikan bahwa lokasi tersebut masih dalam areal PTPN II Kebun Tanjung Garbus. Sempat terjadi perlawanan hingga nyaris gesekan, namun petugas pengamanan di bantu BKO TNI berhasil menghalau sehingga pihak penggarap sebanyak 50 orang (bekerja membuat pagar permanen dari batubata) meninggalkan lokasi.

Namun Pukul 11.00 WIB, pihak penggarap sebanyak 30 orang yang dikoordinir Rahmat datang kembali ke lokasi dan berupaya untuk melanjutkan pekerjaan pembangunan pagar permanen sehingga terjadi keributan mulut dengan Papam PTPN II Tanjung Morawa juga terjadi.

Pukul 11.30 WIB, tiba di TKP / Lokasi yaitu Kanit II Sat IK Polres Deli Serdang an. Aiptu. Simanjuntak beserta anggota dan Personil Polsek Beringin sebanyak 10 orang yang dipimpin Kanit Res. Iptu Krisman Karosekali dan Kanit Intel Polsek Beringin Aiptu Mulyadi melerai kedua kubu.

Melihat kehadiran pihak Polres Deli Serdang selanjutnya pihak penggarap langsung membubarkan diri dan meninggalkan lokasi.

Kemudian pukul 12.45 WIB, Kanit II Sat IK Polres Deli Serdang beserta anggota dan Papam PTPN II beserta security masih di lokasi sedangkan pihak penggarap tidak ada dilokasi namun usai polisi membubarkan diri puluhan masa penggarap dan pekerja proyek pemagaran kembali datang kelokasi dan memaksa meneruskan pekerjaannya sementara petugas pengamanan kebun berusaha melarang namun para pekerja dan masa penggarap tak menghiraukan larangan petugas.

Zul, salah seorang pengawas proyek pembangunan pagar bersikeras kalau mereka bekerja berdasarkan perintah dan tak tahu menahu terkait status tanah. "Kami hanya bekerja membangun tembok dan kami tak tau menahu masalah kepemilikan lahan tersebut," pungkasnya.

Sementara itu, Papam PTPN II Kapten Inf Manik saat ditemui di lokasi mengatakan, lahan yang di bangun tembok masih di dalam HGU PTPN II dan kami diperintahkan untuk menghalau para penggarap agar tidak melakukan aktivitas diatas lahan HGU tersebut. "Penyerobotan lahan ini sudah diadukan oleh PTPN II Ke Polda Sumut," pungkasnya.

Dari amatan ratusan personel pengamanan kini bersiaga di lokasi lahan garapan untuk menghalau pekerjaan bangunan pagar yang dilakukan oleh penggarap.(wan)


Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html