Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Kasihan...! Lantaran Tak Dimandikan Setelah Lahir, Bayi Ini Mengidap Penyakit Aneh

Tim Redaksi: Senin, 11 Maret 2019 | 20:32 WIB

Ilham Sanjaya Hasibuan dirawat intensif medis
Ilham Sanjaya Hasibuan dirawat intensif medis

PALUTA | Seorang bayi Ilham Sanjaya Hasibuan (2,5 Bulan) anak pasangan Sitta Jamiah Harahap (32) dan Mora Amri Hasibuan (36) warga desa Bintais Julu, kecamatan Dolok, Kabupaten Padanglawas Utara (Paluta) didiagnosis tim medis RSUD Paluta menderita penyakit Ulkus Gangrenous on The Thorax and Brachii.

Berdasarkan cerita Ibu bayi Sitta Jamiah Harahap, bayinya yang diberi nama Ilham Jaya Hasibuan saat lahir dalam keadaan normal dam sehat. Bahkan katanya bayinya saat lahir memiliki bobot badan 4 Kg.

"Setelah umurnya memasuki 1 bulan 2 minggu mulailah timbul bintik bintik kecil merah seperti ini di dadanya dan sekitarnya," terang ibu bayi Sitta Jamiah sambil menunjuk bintik bintik merah di bawah bekas luka di dada bayinya yang sudah diperban usai ditangani oleh tim medis RSUD Paluta, Senin (11/3/2018) di bagian rawat inap anak, Ruang Sihim RSUD Paluta.

Selain itu Sitta Jamiah juga mengaku, saat ini beberapa bintik merah di dada bayinya mulai membesar menyerupai bisul. Dia dan suaminya dipandu bidan desa setempat sempat memeriksakan bayi Ilham jaya hasibuan ke Rumah sakit Karya bakti Rantau Parapat (Kab.Labuhan Batu) dan Rumah sakit Maria Ulfa (Kab.Labuhan Batu) bagian spesialis anak.


"Kedua rumah sakit itu mengatakan penyakit yang diderita bayi saya ini adalah bisul,sempat juga dikasih berupa obat dan sirup," terang ibu bayi ini.

Kondisi Ilham Sanjaya Hasibuan cukup memprihatinkan

Namun katanya, setelah empat hari pasca pemeriksaan dari rumah sakit Maria ulfa, beberapa bintik bintik merah yang menyerupai bisul di dada Ilham Jaya tersebut pecah dan mengeluarkan cairan.

"Setelah kami oles pakai ramuan atau cairan berbahan daun sirih, barulah bisul-bisul ini pecah, dan sekitar empat hari dari itu. Bisulnya mengeluarkan bau busuk dan timbul seperti ruam besar tepat di tengah rongga dada bayi saya," terangnya.

Sehingga katanya dengan kondisi bayinya seperti itu, Puskesmas Sipiongot tidak mampu menanganinya dan akhirnya merujuk bayinya ke RSUD Paluta pada hari Rabu (6/3/2018).

Menanggapi hal tersebut, Bupati Paluta Andar Amin Harahap,S.STP,M.Si mengatakan telah memerintahkan Dirut RSUD Paluta agar menangani Bayi Ilham secara intensif dan tidak dibebankan biaya selama perawatan dan pengobatan di RSUD Paluta.

"Sudah ditangani oleh tim medis RSUD Paluta dengan Intensif dan saya sudah minta juga agar ditangani dengan serius sampai sembuh. Serta biaya selama ilham dirawat di RSUD agar dibebaskan, mudah-mudahan Ilham cepat sembuh," ungkap Bupati Paluta Andar Amin Harahap via Selulernya.


Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Paluta dr Sri Prihatin Harahap MKes mengatakan kondisi bayi Ilham Jaya Hasibuan sudah mulai membaik dan sedang dalam penanganan dan perawatan serius secara intensif dari pihak tim medis RSUD Paluta.

"Berdasarkan laporan yang saya terima dari kapus Sipiongot, kondisi bayi Ilham sudah mulai membaik dan sedang dalam penanganan secara intensif dari tim medis RSUD Paluta. Namun biar lebih jelas apa jenis penyakitnya langsung saja ke Dirut atau dokter yang menangani di RSUD Paluta," ungkap Kadis Kesehatan Paluta.

Sementara itu, keterangan yang dihimpun redaksi dari Kabid P2KP dinas Kesehatan Paluta Rudi Perdana Ismail Batubara mengatakan, Bayi Ilham jaya hasibuan juga menderita gejala gizi buruk. "Penderita gejala gizi buruk kata mereka (pihak RSUD Paluta). Tapi masih didiagnosa. Bidang kesehatan masyarakatnya itu," ungkap Rudi via WA.

Sedangkan informasi yang dihimpun dari Dirut RSUD Paluta, melalui KTU RSUD Paluta Ganti Paruntungan Pulungan SKM mengatakan, hasil diagnosa tim medis RSUD Paluta yakni, laporan yang diterimanya dari dr.Tribudi SPB, jenis penyakit bayi Ilham Jaya Hasibuan adalah Ulkus gangrenous on the thorax and brachii.

"Itulah hasil diagnosisnya. Asal mulanya bisul itu timbul akibat bayi ini setelah lahir tidak dimandikan, dan bisul tersebut juga diberikan pengobatan kampung dengan memberi daun sirih, sehingga membesar dan pecah. Saat ini sudah ditangani oleh Tim Medis RSUD Gunungtua dr.Tri Budi, SPB," terang Ganti Paruntungan.

Tambah Ganti, saat ini tindakan yang dilakukan pihaknya adalah membersihkan luka rutin setiap hari. Karena katanya untuk operasi belum bisa dilakukan mengingat kodisi bayinya belum memungkinkan dan juga belum memungkinkan untuk pemberian obat antibiotik.


"Karena ketika pasien ini datang dengan kondisi infeksi berat dan sudah dapat transfusi darah juga, namun kami akan tetap menanganinya dengan intensif dan serius sedaya mampu kami," tutup Ganti.(GNP)


Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html