Sumut

Nasional

Dunia

Peristiwa

Tangkal Ancaman dari Pihak Luar, Panglima TNI Resmikan Pangkalan Satuan TNI Terintegritas Natuna

Tim Redaksi: Rabu, 19 Desember 2018 | 08:52 WIB

Dalam rangka membangunan kekuatan TNI di daerah pulau terluar dan daerah yang bersifat strategis, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto meresmikan pangkalan satuan TNI terintegritas Natuna, Selasa, (18/12/2018) pagi.

Peresmian tersebut dilaksanakan dengan upacara militer yang diikuti oleh ratusan anggota gabungan TNI. Sementara sebagai pimpinan upacara di pimpin oleh Komandan Lanal Ranai Lanal Kolonel Laut (P) Harry Setyawan.

Dengan menggunakan Helikopter milik TNI-AU, Panglima Hadi bertolak dari Bandara Raden Sadjad (RSA) Ranai menuju pangakalan pelabuhan satuan TNI teritrgritas Selat Lampa, Kecamatan Pulau Tiga Natuna sekitar pukul 9.45 pagi.

Sebagai Inspektur Upacara, dalam amanatnya Panglima Hadi mengatakan pembangunan pangkalan satuan TNI terintegritas itu diharapakan dapat menangkal berbagai ancaman dari pihak luar.

Dengan demikian, dibangunnya pangkalan tersebut dengan berbagai dasar penilaian diantaranya seperti situasi politik di Laut Cina Selatan yang menunjukkan peningkatan ketegangan meskipun Indonesia bukanlah Negara yang turut mengklaim dalam perebutan wilayah tersebut.

"Oleh karena itu, TNI sebagai penjaga kedaulatan dan keutamaan  NKRI sangat berkepentingan terlibat langsung dalam pengamanan perbatasan", ujarnya Panglima Hadi.

Selain itu kata Panglima Hadi, Provinsi Kepulauan Riau khususnya Natuna juga dinilai memiliki Sumber Daya Alam (SDA) sehingga perlu untuk di jaga kedaulatannya.

"Ketiga, wilayah Kepulauan Riau khususnya perairan Natuna, menyimpan kekayaan sumber daya alam yang melimpah, yang harus dijaga, diamankan sekaligus dikelola dan dilestarikan", ucapnya.

Sebelumnya Presiden RI telah menginstruksikan segala pembangunan diIakukan secara merata, mengutamakan wilayah perbatasan, dan disesuaikan dengan karakteristik wilayah tersebut.

Selain itu, Presiden RI juga telah mengarahkan agar TNI melaksanakan sinkronisasi pembangunan gelar kekuatan TNI, dengan program pembangunan nasional membangun dari pinggiran. Oleh karenanya, Satuan TNI Terintegrasi merupakan wujud nyata dari realisasi gagasan membangun pertahanan negara, yang disinkronisasikan dengan pembangunan nasional khususnya di perbatasan.

Untuk itu, satuan TNI dalam menghadapi berbagai macam ancaman dan tantangan tersebut, maka dibutuhkan kemampuan interoperabilitas antara matra darat, laut dan udara.

"Oleh karenanya ke depan, Satuan TNI Terintegrasi direncanakan akan menjadi bagian, dari Komando Gabungan Wilayah Pertahanan yang akan segera dibentuk", imbuh Panglima.

Panglima Hadi menjelaskan, terintegrasi saat ini masih berupa embrio, yang terdiri dari satuan-satuan TNI AD yaitu Batalyon Komposit diperkuat oleh Kompi Zeni Tempur, Baterai Rudal Artileri Pertahanan Udara dan Baterai Artileri Medan.

Dari TNI AL selain Pangkalan TNI AL, juga terdapat Kompi Komposit Marinir dan berbagai fasilitas pelabuhan, untuk mendukung operasional kapal perang TNI AL, yang beroperasi di sekitar perairan Natuna.

Sedangkan Pangkalan Angkatan Udara TNI AU dilengkapi berbagai fasilitas, seperti hanggar integratif dan hanggar skuadron UAV, untuk mendukung operasional pesawat udara TNI. Selain itu juga dilengkapi dengan mess dan rumah sakit integratif, untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi seluruh prajurit TNI di Natuna.

"Satuan TNI Terintegrasi Natuna masih akan terus berkembang, sesuai peningkatan eskalasi ancaman. Perencanaan ke depan, dimungkinkan untuk menyempurnakan Satuan TNI Terintegrasi, menjadi organisasi permanen dan terintegrasi dalam satu komando, dan dilengkapi dengan sistem kendali operasi berbasis kemampuan", pungkasnya.

Usai upacara peresmian, dilaksanakannya pertunjukan demo pembebasan Sandra oleh Denjaka dari pasukan khusus AL, serta dilanjutkan dengan pertunjukan 4 buah pesawat tempur milik TNI-AU Flypast (Manuver).

Turut hadir dalam kesempatan itu wakil ketua DPD RI Nono Saya, Ketua Komisi I DPR RI Dr. H. Abdul Kharis Almasyhari, Gubernur Kepri Nurdin Basirun, Kaolda Kepri Irjen Pol. Andap Budhi Revianto, Irjen Kemhan Letjen TNI M. Thamrin Marzuki, Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa, Kasal Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna, Pangkostrad Mayor Jenderal TNI Besar H.K, Irjend TNI Letnan Jenderal TNI Muhammad Herindra, Pangdam I/BB Mayjen TNI MS. Fadhilah, Bupati Natuna Drs. H. Abdul Hamid Rizal, Wakil Ketua I DPRD Natuna Hadi Candra, serta sejumlah petinggi TNI lainnya.(bb)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru

Berita Terkait

 
google-site-verification: google2bb360bc5f99c801.html